Presiden Jokowi Minta Pertahankan Inflasi supaya BI Rate Turun

Kompas.com - 25/02/2015, 18:43 WIB
Presiden Joko Widodo saat memutuskan solusi atas konflik KPK-Polri di Istana Merdeka, Rabu (18/2/2015). Presiden batal melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Kompas.com/SABRINA ASRILPresiden Joko Widodo saat memutuskan solusi atas konflik KPK-Polri di Istana Merdeka, Rabu (18/2/2015). Presiden batal melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini pemerintah berusaha menjaga agar tingkat inflasi tetap rendah. Dia menilai apabila deflasi sebesar 0,24 persen yang terjadi pada bulan Januari bisa bertahan di bulan-bulan berikutnya, maka BI Rate bisa disesuaikan.

"Kita harus melihat kemarin Januari sudah deflasi. Nanti kalau berulang terus, Februari, Maret, itu bisa di bawah 4, gampang menurunkan interest rate-nya," kata Jokowi saat bersantai dengan wartawan di Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Oleh karena itu, Jokowi menyatakan saat ini tugas Bank Indonesia dan juga pemerintah adalah menekan inflasi serendah-rendahnya. Sehingga, BI Rate pada bulan Februari 2015 sebesar 7,5 persen bisa turun pada bulan berikutnya.

Soal pertemuannya dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo tadi pagi, Jokowi mengaku bahwa pertemuan itu adalah hal yang rutin dilakukannya setiap bulan. Dia pun menampik bahwa pertemuan itu adalah bentuk intervensi pemerintah terhadap BI.

"Apa intervensi kita? Enggak boleh intervensi. Bahwa kita mendiskusikan masalah keuangan global. Gubernur BI menanyakan masalah kebijakan-kebijakan fiskal kita seperti apa, ya itu kan akan berpengaruh juga pada kebijakan BI," ucap Jokowi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga konsumen pada Januari 2015 mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Inflasi dari tahun ke tahun tercatat 6,96 persen. Inflasi inti Januari 2015 sebesar 0,61 persen dan inflasi inti tahun ke tahun sebesar 4,99 persen.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap agar suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate dapat kembali diturunkan. Tingginya BI Rate, menurut JK, menjadi penyebab kinerja investasi melambat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.