Menteri Amran: Gertak Birahi, yang Masih Perawan Jangan Disuntik!

Kompas.com - 26/02/2015, 14:34 WIB
|
EditorErlangga Djumena

MALANG, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan kepada para penyuluh dan petani peternak sapi agar tidak serampangan melakukan inseminasi buatan (IB).

"Hati-hati ya jangan sembarang suntik. Aku serius. Yang masih perawan, yang belum pernah melahirkan jangan disuntik," kata Amran dalam pidato kuncinya, dalam panen raya dan tanam serentak, di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumber Pucung, Malang, Jawa Timur, Kamis (26/2/2015).

Amran mengingatkan hal tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalaman IB di Pangkalan Bun, Gertak Birahi tidak berhasil sebab banyak sapi yang meninggal. "Itu berbahaya (yang perawan disuntik), bisa mati. Ini pengalaman di Pangkalan Bun," ungkap Amran.

Kadis Peternakan Kabupaten Malang, Jono melaporkan, saat ini jumlah sapi betina yang ada sebanyak 120.000 ekor. Dari angka itu, sebanyak 90 persen diantaranya siap menjalani Gertak Birahi dengan IB.

"Yang siap disuntik 90 persen dari 120.000 ekor," kata dia.

Sementara itu Bupati Malang, Rendra Kresna melaporkan, tahun lalu, dari 90.000 ekor betina yang menjalani suntik IB, diperoleh hampir 60.000 ekor anak sapi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.