Masuk Media Daring, Batu Akik Kian Laris Manis

Kompas.com - 02/03/2015, 17:04 WIB
Pengunjung memilih batu akik yang saat ini sedang banyak digemari, di Jakarta Gems Center, Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Lebih dari 1.000 pedagang batu akik menawarkan dagangannya dengan kisaran harga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. Batu bacan yang berasal dari Ternate, saat ini banyak dicari para pecinta batuan tersebut. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPengunjung memilih batu akik yang saat ini sedang banyak digemari, di Jakarta Gems Center, Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Lebih dari 1.000 pedagang batu akik menawarkan dagangannya dengan kisaran harga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. Batu bacan yang berasal dari Ternate, saat ini banyak dicari para pecinta batuan tersebut.
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Lagi-lagi, media dalam jaringan (daring) menjadi sarana ampuh banyak orang untuk saling menjual atau membeli barang. Para peminat batu akik pun kini memanfaatkan media daring untuk menambah banyak isi pundi-pundi mereka. Kemarin, laman Bukalapak.com mewartakan catatannya ihwal jual-beli batu akik sebagaimana disampaikan pendiri laman tersebut, Achmad Zaky. "Dalam tiga bulan terakhir, transaksi melalui Bukalapak.com meningkat signifikan," tuturnya.

Menurut Zaky, pertumbuhan penjualannya bisa naik dua kali lipat setiap bulan dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta rupiah per hari. "Harganya luar biasa tinggi," ujar Zaky.

Lebih lanjut, Zaky memaparkan ada tiga jenis batu yang menjadi item paling dicari dan diminati, yakni batu opal dengan 2267 transaksi, lalu batu bacan (2004 transaksi), dan batu akik (1645 transaksi). “Kami memberi fasilitas kepada mereka melalui situs Bukalapak.com. Silakan para pelapak bertransaksi secara maksimal,” kata Zaky.

Terkait fenomena batu ini, Sigit Nurdyansyah Putra, penjual peringkat atas (top rank seller) di Bukalapak.com, juga mengakuinya. "Saya melihat, fenomena ini cocok bagi mereka yang ingin memulai bisnis secara online,” ujarnya.

“Saya sendiri tidak ingin ikut-ikutan karena saya menjaga image yang telah saya bangun selama tiga tahun terakhir,” tegasnya.

Selama ini, Nurdyansyah dikenal sebagai pelapak yang memosisikan diri sebagai penjual barang-barang aksesoris gadget dengan kualitas original. “Barang yang saya jual sekitar 30 persen barang impor dan sisa saya ambil dari distributor lokal. Kualitasnya tetap original,” ujar pelapak yang kini berhasil mencapai 5200 transaksi sejak berjualan di Bukalapak.com pada 2011.

Nurdyansyah mengaku sangat menikmati bertransaksi di Bukalapak.com. Pasalnya, ia merasa mendapat jaminan keamanan baik bagi pembeli dan pelapak. Pembeli melakukan pembayaran terlebih dahulu ke Bukalapak.com. Kemudian, Bukalapak.com membayar kepada pelapak jika item yang dijual sudah diterima oleh pembeli. Dengan cara ini, pembeli terhindar dari transaksi jual beli palsu.

Bukalapak.com yang didirikan oleh Achmad Zaky bersama teman kuliahnya di ITB, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid, saat ini memiliki 150.000 pelapak (istilah bagi penjual di Bukalapak.com) dengan jumlah pengunjung lebih dari 500.000 orang per harinya. Ke depannya, Zaky menargetkan bisa mencapai sejuta pengunjung per hari di laman tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.