Kompas.com - 02/03/2015, 18:19 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, banyak terjadi penyalahgunaan dan kerugian negara karena kapal-kapal menangkap ikan dengan alat tangkap cantrang. Hal ini disebabkan, menurut Susi, banyak temuan di lapangan, kapal-kapal tersebut memperkecil ukurannya sehingga bisa menggunakan cantrang.

"Kenyataannya sekarang 90 persen kapal cantrang atau pukat hela dipakai oleh kapal-kapal yang di atas 100 GT. Sampel di Tegal ditemukan 10 kapal semua di atas 150 GT, tetapi mereka buatnya di bawah 30 GT," kata Susi dalam acara Rakernas Ditjen Perhubungan Laut di Kemenhub, Jakarta, Senin (2/3/2015).

Menurut Susi, maraknya mark down tersebut dilakukan untuk menghindari pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan menghindari perizinan ke pusat. Selain itu, kata dia, KKP menemukan adanya indikasi penyalahgunaan BBM Bersubsidi lantaran kapal di atas 30 GT tak lagi bisa menerima subsidi.

"Dari total 2,1 juta kiloliter dari KKP itu, 1.200.000 dipakai 9.000 kapal di atas 30 GT, sedangkan 900.000 liter dipakai 90.000 kapal yang dibawah 20-30 GT, jadi sangat tidak adil. Jadi, banyak penyalahgunaan dan kerugian negara," kata Susi.

Susi menambahkan, dengan penggunaan cantrang, kerusakan lingkungan akan terus terjadi. Lebih lanjut lagi, kata dia, hal itu akan menyebabkan penyusutan sumber daya alam yang ada di pesisir pantai.

"Kita perlu memproteksi stakeholder seperti nelayan tradisional yang sangat dirugikan dengan cantrang atau pukat. Buktinya degradasi di laut pantura. Ikan bawal putih yang dulu harganya ratusan ribu sudah tidak ada lagi," ujar Susi.

Baca juga: Dulu Kebijakan Susi Dianggap Menyakitkan, Kini Dipuji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.