Kompas.com - 03/03/2015, 18:37 WIB
Ratusan tabung LPG diamankan Polres Pasuruan dari tiga tersangka yang sudah diamankan dari gudang pangkalan LPG di daerah Kejapanan Gempol Pasuruan. KOMPAS.com/ MOH ANASRatusan tabung LPG diamankan Polres Pasuruan dari tiga tersangka yang sudah diamankan dari gudang pangkalan LPG di daerah Kejapanan Gempol Pasuruan.
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com - Kelangkaan gas tabung melon yang terjadi di sejumlah daerah menyusul kenaikan harga LPG nonsubsidi 12 kilogram Rp 5.000 per tabung, langsung direspon oleh PT Pertamina (Persero). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu  mengeluarkan pasokan gas 3 kg melebihi volume normal harian. "Ada kalanya kami lebihi 50 persen dari kuota harian, ada kalanya kurang. Sesuai kebutuhan saja," ucap Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Ahmad mengatakan, operasi pasar Pertamina akan terus dilakukan sepanjang terjadi kelangkaan.

Sementara itu, dalam kunjungan ke SPBG Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan tidak terjadi kelangkaan pasokan. Hanya saja, aku Sudirman, di beberapa wilayah masyarakat sulit mendapatkan LPG 3 kg.

Dia membenarkan, migrasi pada LPG tabung melon sudah menjadi konsekuensi dari naiknya harga LPG 12 kg, disebabkan adanya disparitas harga. "Itu (migrasi) harus diantisipasi. Tapi Pertamina punya sistem untuk merespon," kata Sudirman.

"Sekarang Pertamina menyuplai lebih dari normal, untuk antisipasi adanya migrasi. Dan di beberapa SPBU juga dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)," pungkas dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.