PPATK Garap RUU Pembatasan Transaksi Tunai untuk Cegah Praktik Korupsi

Kompas.com - 05/03/2015, 20:45 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf mengatakan saat ini pihaknya sedang menggarap rancangan undang-undang (RUU) pembatasan transaksi tunai. Menurut dia, peraturan tersebut akan menutup peluang terjadinya praktik-praktik korupsi.

"Kami saat ini sedang menggatap RUU pembatasan transaksi tunai. Dengan tujuan mengurangi praktik korupsi, karena praktik suap, gratifikasi, dan kekerasan biasanya muncul dari transaksi tunai," kata Yusuf dalam acara Penandatanganan MoU antara Bank Indonesia dengan PPATK mengenai Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU/PPT), di Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Menurut Yusuf, sepanjang tahun 2013 hingga 2014 ada total Rp 92.000 triliun transaksi, yang dilakukan individu dengan transaksi di atas Rp 500 juta dan dalam bentuk tunai. "Bahkan kemarin mencapai Rp 99.000 triliun dalam transaksi tunai, kalau rata-rata transaksi Rp 1 miliar itu berapa banyak? Saya berpendapat sangat mungkin di situ tidak bayar pajak sehingga ini potensi hilangnya," jelas Yusuf.

Menurut dia, penggarapan tersebut juga dilakukan setelah mendapat amanah dari pemerintah untuk membuat pemasukan dari pajak bisa efektif. Selain itu, kata dia, dalam penggarapan RUU ini, Yusuf berharap bantuan dari Bank Indonesia, sebagai Bank Sentral yang mempunyai data lebih mumpuni untuk implementasi dari RUU ini nantinya.

"Sejalan dengan sedang dilakukan, misal, dapat amanah pemasukan negara seperti pajak bisa efektif. Dimana hal ini akan berbicara masalah data, yang BI sebagai Bank Sentral mempunyai data yang lebih cukup daripada PPATK," kata Yusuf.

Sebelumnya, BI dengan PPATK memperpanjang kerjasama dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Perpanjangan tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2015).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.