Kompas.com - 06/03/2015, 21:36 WIB
Kereta api Siliwangi dari Stasiun Bumiayu menuju Stasiun Paledang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/10/2014). Pemandangan alam dan hamparan sawah menjadi pemandangan selama perjalanan. Kereta api menjadi salah satu transportasi yang dapat digunakan saat berwisata ke Sukabumi. KOMPAS/PRIYOMBODOKereta api Siliwangi dari Stasiun Bumiayu menuju Stasiun Paledang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/10/2014). Pemandangan alam dan hamparan sawah menjadi pemandangan selama perjalanan. Kereta api menjadi salah satu transportasi yang dapat digunakan saat berwisata ke Sukabumi.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menaikkan tarif KA Ekonomi jarak sedang dan jauh pada 1 April 2015 nanti. Menurut KAI, salah faktor penyebabnya karena kurs rupiah yang terus melemah hingga menyentuh angka Rp 13.000 per dollar AS.

"Sekarang kan sudah sampai Rp 13.000 per dollar AS, jadi kurs dolar sangat memengaruhi. Karena sebagian besar dari sparepart kita juga mengandung kurs dollar," ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Jakarta, Jumat (6/3/2015).

Selain karena faktor anjloknya rupiah, kenaikan tarif KAI juga disebabkan karena PSO dari pemerintah harus sampai akhir tahun 2015. Oleh karena itu, kenaikan tarif tak bisa dihindarkan. Sementara itu, ada juga pengaruh dari kenaikan bahan bakar beberapa waktu lalu.

"Ada beberapa faktor yang belum kita adjust sejak dulu, yaitu bahan bakar. Meskipun sekarang sudah turun, tapi kemarin kan sempat naik. Nah itu belum kita sempat kita adjust," kata dia.

Sebelumnya, mulai 1 April 2015, semua tarif tiket PT Kereta Api Indonesia mengalami kenaikan. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Hanggoro Budi Wiryawan mengungkapkan, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 17 Tahun 2015, tarif angkutan kereta api akan naik antara 30 sampai 60 persen. Beban tersebut diberikan paling banyak kepada kereta api jarak jauh karena jarang digunakan masyarakat.

"Kereta api jarak jauh bukan kebutuhan sehari-hari, paling seminggu sekali, atau sebulan sekali," ujar Hanggoro di kantor Kementerian Perhubungan, Jumat (27/2/2015).

Hanggoro menyebutkan, untuk kereta jarak dekat dan menengah, akan diberikan subsidi tambahan. Anggaran subsidi untuk jarak dekat dan menengah dialokasikan memakai anggaran kereta jarak jauh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.