Soal Pelabuhan Cilamaya, IRESS Minta Gaya "Preman" Jonan Dihentikan

Kompas.com - 11/03/2015, 10:06 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyalami awak kapal saat berkunjung ke Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, Waringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (13/1/2015). KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Perhubungan Ignasius Jonan menyalami awak kapal saat berkunjung ke Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, Waringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (13/1/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara mengkritik sikap Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang tetap akan melanjutkan proyek pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Bahkan, Marwan menyebut sikap Jonan itu layaknya gaya preman.

"Saya ingin gaya premannya Jonan dihentikan," ujar Marwan di acara diskusi di Cikini, Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Lebih lanjut kata dia, Presiden Jokowi harus segera turun tangan mengambilalih proyek itu dan melakukan review. Namun, dia meminta Jokowi melakukan kajian ulang terhadap proyek tersebut yang dinilainya akan berdampak kepada operasional Blok ONWJ (Offshore North West Java) milik Pertamina itu dengan memanfaatkan ahli-ahli dalam negeri.

Marwan mencurigai adanya kepentingan asing dalam proyek pembangunan Pelabuhan Cilamaya tersebut. Pasalnya, konsultan pengkajian proyek tersebut merupakan konsultan asal Jepang yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Saya ada pengalaman dengan JICA yang dibiayai oleh jepang. Awalnya manis. Tapi mereka dibekingi banyak perusahaan Jepang," kata dia.

Oleh karena itu, dia pun secara tegas menolak proyek pembangunan Pelabuhan tersebut. Meski begitu, dia tidak menolak pembangunan pelabuhan karena infrastruktur perhubungan laut memang menjadi hal yang penting dinegara kepulauan seperti Indonesia ini.

Dia menegaskan, penolakan dirinya terhadap pembangunan Pelabuhan Cilamaya yaitu karena lokasi pembangunan pelabuhan tersebut berada didaerah ONWJ.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.