Pelabuhan Cilamaya Dibangun, SKK Migas Sebut Potensi Kerugian Bisa Miliaran Dollar AS Per Hari

Kompas.com - 11/03/2015, 11:56 WIB
Resepsionis di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Wisma Mulia, Jakarta, Rabu (14/8/2013). KOMPAS / HERU SRI KUMOROResepsionis di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Wisma Mulia, Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan bahwa pembangunan Pelabuhan Cilamaya akan mengganggu operasional Blok ONWJ (Offshore North West Java) milik Pertamina. Apabila itu terjadi, SKK Migas menaksir kerugian materil bisa mencapai miliaran dollar per hari.

"Pasokan listrik ke PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas-Uap) Muara karang berkurang, pabrik semen mati, pabrik pupuk (Kujang) mati. Belum lagi pemasukan 40.000 bph (barel per hari) untuk negara, jadi kan kira-kira 2 miliar dollar per hari," Vice President Management Representative SKK Migas Elan Biantoro di Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Dia mengusulkan, lebih baik pemerintah mengalihkan pembangunan Pelabuhan tersebut. Pasalnya, kawasan Cilamaya sudah dipenuhi oleh infrastruktur migas ONWJ seperti pipa-pipa migas bawah laut yang sangat vital.

Salah satu daerah yang dianggap layak bagi pembangunan Pelabuhan baru tersebut adalah disekitar Balongan, Indramayu. Menurut SKK Migas, didaerah Balongan sudah terdapat pelabuhan yang biasa digunakan untuk bersandar kapal-kaoal tangker SKK Migas.

"SKK mengusulkan bangun didekat Balongan. Jadi kita punya tanker lewat situ. Kita tinggal lebarin saja pelabuhannya, tidak perlu investasi lebih mahal di Cilamaya," kata dia.

Sebelumnya, Proyek pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terus menuai kritik. Setelah Pertamina, hari ini Anggota DPR RI, Pakar Migas, Asosiasi Nelayan, sampai SKK Migas kompak menyatakan penolakannya terhadap pembangunan Pelabuhan Cilamaya.

Alasannya, pembangunan pelabuhan itu diyakini akan mengganggu operasional ONWJ. Padahal, ONWJ merupakan Blok Migas yang menyuplai migas ke berbagai wilayah di Jawa baik suplai gas ke PLTGU Muara Larang Jakarta, minyak ke kilang Balongan Indramayu, sampai suplai gas ke perusahaan Pupuk Kujang dan Semen di Karawang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.