Seorang Wali Kota Filipina Lecehkan Indonesia, Menteri Susi Berang

Kompas.com - 13/03/2015, 17:53 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. KOMPAS.com/Roderick Adrian MozesMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti geram dengan pernyataan Wali Kota General Santos City, Filipina, Ronnel Rivera, yang merendahkan nelayan Indonesia. Tak sungkan, Susi pun menyebut pernyataan itu sebagai pernyataan yang sangat merendahkan bangsa Indonesia.

"Coba itu baca berita (Asian Correspondent), masa mereka bilang orang Indonesia enggak bisa mancing, enggak bisa jadi kapten kapal, merendahkan sekali itu," ujar Susi di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Menurut Susi, banyak kapal asal General Santos yang mempekerjakan anak buah kapal asal Indonesia, bahkan ada yang sampai 15 tahun. Dari kurun waktu sepanjang itu, para pemilik kapal tidak pernah memberdayakan ABK Indonesia. Padahal, kata Susi, berkembangnya kota General Santos ialah karena 60 persen pasokan ikan dari Laut Sulawesi.

Bahkan, saat ini, karena kebijakan transhipment yang dilakukan Susi, sebagian besar industri pengolahan dan pengalengan ikan tuna di General Santos harus berhenti karena kehilangan pasokan ikan tuna. Saking geramnya, Susi pun tak ingin ada ikan tuna asal Indonesia yang dibawa ke General Santos.

"Yang penting ikan enggak boleh 'lari' ke General Santos. Ikan Sulawesi ya diproses di Sulawesi," kata dia.

Sebelumnya, salah satu media luar negeri, yaitu Asian Correspondent, memberitakan bahwa industri perikanan tuna Filipina mengalami ancaman baru terkait berbagai pengetatan kebijakan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia.

Dalam berita itu, Wali Kota General Santos City, Ronnel Rivera, mengatakan bahwa orang Indonesia tak memiliki kemampuan menjadi kapten kapal. Oleh karena itu, kata dia, orang Indonesia masih membutuhkan orang Filipina sebagai kapten kapal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, salah seorang kepala pemasaran dari perusahaan perikanan di General Santos, yaitu San Andres Fishing Industry, Dexter Tan, mengatakan bahwa untuk menjadi kapten kapal, seseorang harus memiliki kemampuan dan pengalaman khusus. Oleh karena itu, kata dia, pekerjaan tersebut tak bisa diserahkan kepada nelayan Indonesia karena alasan kemampuan dan pengalaman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.