Layaknya Harga BBM, Tarif Listrik untuk 8 Golongan Ini akan Naik-Turun

Kompas.com - 15/03/2015, 18:49 WIB
Petugas PLN Area Kramat Jati memeriksa meteran listrik pelanggan di Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
KOMPAS/AGUS SUSANTOPetugas PLN Area Kramat Jati memeriksa meteran listrik pelanggan di Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan tak akan menaikan tarif dasar listrik (TDL) pada April 2015. Meski begitu, pada bulan Mei dan seterusnya, TDL untuk 8 golongan bisa berfulktuasi layaknya harga bahan bakar minyak (BBM) karena tiga faktor yang ditentukan Pemerintah.

"Di kesimpulan rapat DPR kan sudah ada formula adjustment. Di mana ICP (Indonesian Crude Price) dari Dirjen Migas, lalu kurs dollar Bank indonesia, dan Inflasi BPS," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Djarman di Jakarta, Minggu (15/3/2015).

Menurut dia, ketiga faktor diatas merupakan faktor yang sangat menentukan naik-turunnya TDL pasca-habisnya subsidi listrik Rp 1,3 triliun yang diperkirakan jatuh pada April 2015. Ke-8 golongan tersebut adalah rumah tangga R1 1.300 VA, rumah tangga R1 2.200 VA, rumah tangga R2 3.500-5.500 VA, industri menengah I3 di atas 200 kVA, penerangan jalan umum P3, pemerintah P2 di atas 200 kVA, industri besar I4 di atas 30.000 kVA, dan pelanggan layanan khusus.

Nantinya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) diwajibkan memberitahukan penyesuaian TDL setiap bulan pada bulan Mei dan seterusnya. Sementara itu, subsidi listrik Rp 1,3 triliun yang diberikan pemerintah akan habis pada April nanti. Meski begitu, kepada masyarakat pengguna listrik 450 VA, 900 VA, industri kecil, dan golongan untuk kegiatan dia siap tetap akan mendapatkan subsidi dari pemerintah.

"Kenapa perlu adjustment, itu mengikuti amanat UU energi dan UU Ketenagistrikan. Dijelaskan bahwa pemerintah bersubsidi pada masyarakat tidak mampu. Siapa saja? 450, 900 VA, industri kecil, serta untuk kegiatan sosial seperti rumah sakit. Selain itu sesuai dengan keekonomian. Tidak ada kenaikan," kata Djarman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.