Finalisasi Paket Kebijakan Rupiah, Para Menteri Kumpul di Kantor Kemenko Perekonomian

Kompas.com - 16/03/2015, 11:37 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menggelar rapat koordinasi sebelum mengambil keputusan terkait 4 paket kebijakan menyusul terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Beberapa menteri pun terlihat menyambangi Kantor Kemenko Perekonomian.

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, salah satu pembahasan rakor tersebut yaitu terkait penggunaan biofuel yang diharapkan bisa menghemat devisa. Saat ini, penggunaan BBM yang sebagian besarnya adalah impor, dinilai menggerus devisa negara mengumpulkan berbagai menteri.

"Bagian saya cuma biodisel. Nanti deh, kan belom mulai. Iya (soal paket kebijakan)," ujar Sudirman di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, selain membahas soal biodisel, rapat kali ini juga akan membahas masalah pemberian bebas visa bagi beberapa negara. Kebijakan itu pula menjadi salah satu dari paket kebijakan pemerintah terkait melemahnya rupiah dan defisit neraca berjalan.

"Bicara paket kebijakan dan bicara negara bebas visa guna meningkatkan pariwisata," kata Tedjo.

Selain itu, kata Menteri Kehutanan Situ Nurbaya, pemerintah juga akan membahas berbagai isu misal ya penyatuan beberapa BUMN. "Kalau bunyi indangannya sih gitu. Macam-macam, migas ada, penyatuan BUMN, Kayak gitu-gitu," ucap dia.

Selain ketiga menteri tersebut, beberapa menteri juga terlihat telah hadir seperti Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Pariwisata Arif Yahya.

Sebelumnya, pemerintah akan meneken empat paket kebijakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi menyusul terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kebijakan tersebut akan diterbitkan pada Senin (16/3/2015) untuk kemudian diumumkan kepada masyarakat.

Sofyan menyampaikan ada empat paket kebijakan yang akan diteken Pemerintah dalam waktu dekat untuk memperbaiki kondisi ekonomi setelah nilai tukar rupiah terpuruk.

Pertama, pemberian insentif pajak kepada perusahaan yang melakukan ekspor dan perusahaan yang melakukan reinvestasi di dalam negeri dari keuntungan yang didapatnya. Kedua, upaya perlindungan produk dalam negeri melalui kebijakan Bea Masuk Anti Dumping Sementara (BMADS) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS).Ketiga, penerapan bebas visa. Keempat, penggunaan biofuel yang diharapkan bisa menghemat devisia yang dipakai untuk impor solar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.