Jokowi Sebut Batubara Diekspor Besar-besaran, tetapi Tidak Buat Indonesia Maju

Kompas.com - 19/03/2015, 11:51 WIB
Presiden Joko Widodo saat memutuskan solusi atas konflik KPK-Polri di Istana Merdeka, Rabu (18/2/2015). Presiden batal melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Kompas.com/SABRINA ASRILPresiden Joko Widodo saat memutuskan solusi atas konflik KPK-Polri di Istana Merdeka, Rabu (18/2/2015). Presiden batal melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo mengungkapkan, Indonesia telah membuat kesalahan besar terkait pengelolaan sumber daya alam. Dia menyebutkan, pengelolaan SDA itu justru lebih banyak menguntungkan negara lain dibandingkan Indonesia.

"Yang lebih menyedihkan justru hasil tambang kita, batubara kita ekspor besar-besaran yang justru mendukung industrialisasi negara lain. Mereka berproduksi dan lebih memprihatinkan lagi, barang yang masuk ke Indonesia kita beli dengan rasa suka. Kekeliruan ini harus berhenti!" ujar Jokowi dalam acara penandatanganan nota kesepahaman Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam di Istana Negara, Kamis (19/3/2015).

Dia memaparkan, Indonesia sebenarnya sudah kehilangan momentum dalam memanfaatkan kekayaan yang melimpah. Namun, dia menyebutkan, meski terlambat, penyelamatan kekayaan tetap bisa dilakukan.

Jokowi memaparkan, Indonesia sempat tiga kali mengalami booming sumber daya alam. Pada tahun 1970 ketika terjadi booming minyak, kata dia, Pemerintah Indonesia justru gagal membuat fondasi pembangunan berkelanjutan.

Kedua, pada tahun 1980ketika terjadi booming hasil hutan, Indonesia justru tidak memanfaatkannya dengan baik. Ketiga kalinya terjadi pada tahun 2000, saat eksplorasi bahan tambang dilakukan secara besar-besaran.

"Kita gagal memanfaatkan itu. Tidak ada sesuatu yang kelihatan ada berapa miliar yang keluar dari sana," kata Jokowi.

Maka dari itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar 29 menteri dan 12 gubernur yang menandatangani MoU Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam untuk bisa benar-benar mengimplementasikannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia berharap agar semua pihak memerangi korupsi yang mengeruk habis kekayaan alam Indonesia, tetapi tidak mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat.

"Kita sadari bersama bahwa masih ada masalah di SDA kita sehingga diperlukan KPK agar perbaikan bisa segera diwujudkan, pemberantasan korupsi adalah pekerjaan yang mahabesar dan berat, tetapi insya Allah kita bisa melaksanakannya," ungkap Jokowi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.