Kompas.com - 23/03/2015, 06:46 WIB
Ilustrasi aktivitas di bursa saham. KOMPAS/PRIYOMBODO PRIYOMBODOIlustrasi aktivitas di bursa saham. KOMPAS/PRIYOMBODO
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, krisis ekonomi yang belakangan terjadi di dunia merupakan situasi yang normal dari sebuah proses liberalisasi.

"Begitu ekonomi terbuka dan liberalisasi semakin dalam, maka krisis ekonomi merupakan situasi yang normal. Jarak antarkrisis ekonomi sudah semakin pendek, empat tahun terakhir krisis terus," kata Erani di Jakarta, Minggu (22/3/2015).

Menurut Guru Besar Ekonomi Kelembagaan Universitas Brawijaya itu, saat ini pun Indonesia tengah mengalami krisis ekonomi dan merupakan peristiwa yang normal dialami ke depan.

Oleh karena itu kebijakan untuk mengelola, menghadapi dan mengatasi krisis merupakan hal yang penting jika dikaitkan dengan upaya pemerintah menyelesaikan ketimpangan ekonomi di Indonesia.

"Misalnya ketika kasus stimulus fiskal tahun 2008-2009 itu menunjukkan bahwa 80 persen paket stimulus dinikmati orang menengah ke atas. Sedikit sekali yang digunakan untuk mengatasi golongan rumah tangga miskin," katanya.

Menurut pria yang pernah menjadi moderator dalam Debat Capres-Cawapres Pemilu 2014 itu, kondisi tersebut dapat berimplikasi pada penerimaan pendapatan masyarakat menengah ke bawah. Dia berpendapat, masyarakat harus kritis ketika pemerintah menggulirkan kebijakan ekonomi, terutama dalam kondisi krisis seperti sekarang.

"Saya harap kita semua masih punya ruang untuk kembali melihat hal-hal yang paling mendasar dalam bernegara bahwa kehidupan bersama yang harus kita bela," kata Erani.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.