Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapalnya Ditangkap, Perusahaan Ini Bantah Tudingan Menteri Susi

Kompas.com - 27/03/2015, 09:50 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Salam Pasific Indonesia Lines (SPIL) sebagai pemilik Kapal Motor (KM) Pulau Nunukan bingung kapalnya ditangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karena dituding melakukan illegal fishing. Menurut perusahaan tersebut, kapalnya adalah kapal kargo yang hanya membawa muatan kontainer dari wilayah Indonesia timur ke Surabaya.

Direktur PT SPIL Kusuma Soetemo saat menggelar konferensi pers membantah kapalnya merampok hasil laut Indonesia dan berafiliasi pada PT Benjina Pusaka Resources (PT BPR), perusahaan yang dicurigai Susi sebagai perusahaan yang menampung hasil ikan dari para pelaku illegal fishing dan melakukan perbudakan pada anak buah kapal (ABK).

"Kapal kami bukan kapal penangkap ikan dan tidak mau rampok ikan. Ada informasi juga kita di  bawah naungan perusahaan Thailand. Itu tidak benar," ujar Soetemo di Kantor INSA, Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Menurut dia, KM Pulau Nunukan merupakan kapal kargo yang sering membawa muatan hasil laut dari wilayah timur ke berbagai wilayah di Indonesia. Pada saat ditangkap tanggal 20 Maret 2015 lalu, KM Pulau Nunukan kata Soetemo sedang membawa 24 kontainer hasil laut dari salah satu perusahaan dan muatan tersebut sudah lengkap dokumennya yaitu Surat Keterangan Membawa Ikan (SKMI).

Ketika dicek oleh petugas TNI AL dan petugas Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), rupanya 24 kontainer tersebut berisi hasil laut dari PT BPR yang dicurigai Susi sebagai perusahaan penampung hasil ikan hasil illegal fishing dan melakukan praktik perbudakan ABK.

Namun Soetemo mengatakan pihaknya tak tahu bahwa perusahaan tersebut sedang diincar oleh Menteri Susi. Pasalnya, kata dia, pengiriman ikan dari Benjina baru dilakukan sekali itu saja. "Dicurigai (KKP) ini hasil illegal fishing, tapi kami perusahaan pengangkut mana tahu pak kan gudangnya di Benjina itu besar, mungkin ada ikan lokal ada ikan asing, saya gak tahu mana yang (ikan) lokal mana yang (ikan) asing pak. Kan kalau (ikan) lokal boleh pak," kata dia.

Dia pun berharap, KKP segera memberi kejelasan kapan kapalnya dilepaskan. Pasalnya sampai saat ini terhitung sudah seminggu kapal tersebut ditahan."Kalau kami salah gak ada alasan kami protes, tapi kami tidak tahu, kami hanya pengangkut barang saja dari kawasan Indonesia timur," ucap Soetemo.

baca juga: Menteri Susi Sebut Satu Perusahaan Perikanan yang Lakukan Perbudakan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Whats New
BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

Whats New
Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Whats New
Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Whats New
Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Whats New
Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Spend Smart
Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Whats New
Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Rilis
Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Whats New
Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Whats New
Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Whats New
Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Whats New
Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Whats New
Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Whats New
Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+