Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Empat Juta Aparat Sipil Harus Peduli Pajak

Kompas.com - 30/03/2015, 12:08 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Hingga tahun ini, tercatat empat juta aparat sipil yang menjadi wajib pajak. Mereka mesti menjadi contoh untuk membayar dan melaporkan pajak pribadi secara benar. Catatan jumlah aparat sipil itu berasal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Sementara itu, pada Jumat pekan lalu, sebagaimana pernyataan Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Jakarta Tebet Ana Astuti Nugrahaningsih, pihaknya memberikan penghargaan kepada Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi yang datang sendiri ke KPP Jakarta Tebet untuk melaporkan dan membayar pajak pribadinya. Menurut Ana, Menteri Yuddy juga melihat langsung pelaksanaan pelayanan penyampaian Surat Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT Tahunan PPh) di KPP Jakarta Tebet.

Pada Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara-Perubahan (APBN-P) 2015, pendapatan negara dari pajak mencapai Rp 1.484,16 triliun atau sebesar 84 persen dari pendapatan negara dalam APBN-P 2015. Pencapaian target tersebut, menurut Ana, dari tahun ke tahun semakin berat dan akan mustahil tercapai tanpa kontribusi dari para pembayar pajak. Oleh karena itu, Ana juga mengimbau langkah Menteri PAN-RB bisa diikuti oleh masyarakat khususnya seluruh aparatur sipil negara dan pejabat pengelola negara.

 “Apa yang telah dilakukan oleh Menteri PAN-RB dalam mengisi dan melaporkan pajaknya secara benar patut menjadi contoh untuk empat juta lebih aparatur sipil negara agar lebih peduli dengan kewajiban membayar dan melaporkan pajak pribadi mereka secara benar,” tambah Ana Astuti.

Oleh karena itu, Ana Astuti menambahkan, untuk mendukung dan mencapai target tersebut, seluruh kantor pelayanan pajak di Indonesia, khususnya KPP Jakarta Tebet, terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Masyarakat yang tidak bisa atau belum tahu bagaimana mengisi laporan pajak pribadinya secara benar, tidak perlu khawatir, silakan datang ke kantor pajak terdekat. Akan ada pegawai kantor pajak yang senantiasa siap membantu bahkan mengisikan laporan pajak secara benar.

“Orang Indonesia harus bangga bayar pajak karena membayar pajak adalah wujud nyata dari bela negara dan partisipasi dalam pembangunan bangsa. Saat ini, bayar dan lapor pajak sangat mudah, tinggal bayar di bank dan pelaporan bisa dilakukan di mana saja melalui fasilitas e-filling. Jika masih ragu atau belum bisa mengisi laporan pajak secara benar, silakan datang ke kantor pelayanan pajak, petugas pajak akan melayani dan membantu secara profesional. Masyarakat tidak perlu takut dan merasa ‘dikerjai’ oleh petugas pajak. Laporkan saja jika ada petugas pajak yang nakal. Dan juga tidak usah merasa takut pajak yang dibayarkan akan dikorupsi, yang penting adalah, bayar pajaknya dan awasi penggunaannya,” tutup Ana Astuti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Pangan Bantah Ada Penimbunan 500 Ton Minyakita Milik PT BKP

Satgas Pangan Bantah Ada Penimbunan 500 Ton Minyakita Milik PT BKP

Whats New
Jokowi Sentil Perbankan Margin Bunga Bersih Tinggi, Bos BRI Sebut NIM-nya Turun 33,2 Persen dari 2008

Jokowi Sentil Perbankan Margin Bunga Bersih Tinggi, Bos BRI Sebut NIM-nya Turun 33,2 Persen dari 2008

Whats New
Ritel Modern Jual Beras Medium Bulog Rp 9.450 Per Kilogram, Bos Bulog: Mereka Enggak Ambil Margin

Ritel Modern Jual Beras Medium Bulog Rp 9.450 Per Kilogram, Bos Bulog: Mereka Enggak Ambil Margin

Whats New
Kementerian PUPR Akan Uji Coba Sistem MLFF di 6 Ruas Tol, Pertama di Bali-Mandara

Kementerian PUPR Akan Uji Coba Sistem MLFF di 6 Ruas Tol, Pertama di Bali-Mandara

Whats New
Siapa Gautam Adani? Orang Kaya Dunia yang Kehilangan Rp 1.600 Triliun dalam Sekejap

Siapa Gautam Adani? Orang Kaya Dunia yang Kehilangan Rp 1.600 Triliun dalam Sekejap

Whats New
Penyaluran Kredit BRI Rp 1.139 Triliun pada 2022, 84,74 Persen Kredit UMKM

Penyaluran Kredit BRI Rp 1.139 Triliun pada 2022, 84,74 Persen Kredit UMKM

Whats New
PUPR: 16 Ruas Jalan Tol Akan Beroperasi Fungsional pada Lebaran 2023

PUPR: 16 Ruas Jalan Tol Akan Beroperasi Fungsional pada Lebaran 2023

Whats New
Ingin Perbaiki Keuangan di 2023? Ini 4 Hal yang Perlu Dilakukan

Ingin Perbaiki Keuangan di 2023? Ini 4 Hal yang Perlu Dilakukan

BrandzView
Siap-siap, Beras Medium Bulog Bakal Dijual di Alfamart dan Indomaret Pekan Ini

Siap-siap, Beras Medium Bulog Bakal Dijual di Alfamart dan Indomaret Pekan Ini

Whats New
3 Tahapan Evaluasi Kinerja ASN Berdasarkan SE Terbaru Menpan-RB

3 Tahapan Evaluasi Kinerja ASN Berdasarkan SE Terbaru Menpan-RB

Whats New
IHSG Parkir di Zona Merah pada Sesi I Perdagangan

IHSG Parkir di Zona Merah pada Sesi I Perdagangan

Whats New
Beras Bulog Sudah Ada di Hypermart hingga Transmart, Harganya Rp 9.450 Per Kg

Beras Bulog Sudah Ada di Hypermart hingga Transmart, Harganya Rp 9.450 Per Kg

Whats New
UMK atau UMR Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan 2023

UMK atau UMR Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan 2023

Work Smart
Melonjak 67,15 Persen, Laba Bersih BRI 2022 Capai Rp 51,4 Triliun

Melonjak 67,15 Persen, Laba Bersih BRI 2022 Capai Rp 51,4 Triliun

Whats New
Transisi Energi Dinilai Akan Jadi Langkah Besar BUMN

Transisi Energi Dinilai Akan Jadi Langkah Besar BUMN

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+