Kompas.com - 06/04/2015, 19:03 WIB
Meski diatur dengan batasan maksimal kredit, OJK tetap optimistis dan mengharapkan agar bank bisa mengambil fungsi rentenir. Masyarakat akan terbebas dari jerat utang lintah darat tersebut. www.shutterstock.comMeski diatur dengan batasan maksimal kredit, OJK tetap optimistis dan mengharapkan agar bank bisa mengambil fungsi rentenir. Masyarakat akan terbebas dari jerat utang lintah darat tersebut.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus


GROBOGAN, KOMPAS.com -  Otoritas Jasa Keungan (OJK) berniat mengembangkan program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) tak sebatas menjadi program tabungan masyarakat. Bahkan, OJK juga ingin program tersebut masuk ke sekolah-sekolah serta terintegrasi dengan program kredit usaha mikro. "Nanti agen ini kita harapkan ikut menumbuhkan perekonomian desa atau bisa bersama dengan program mikro masyakarat lainnya. Mudah- mudahan kesejahteraan desa bisa semakin baik," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad di Grobogan, Jawa Tengah, Senin (6/4/2016).

Dia menjelaskan, masuknya program Laku Pandai ke sekolah-sekolah akan sangat bermanfaat mengedukasi siswa agar gemar menabung. Hal itu juga sebagai bagian dari cara mendekatkan layanan keuangan kepada generasi-generasi muda bangsa.

Selain itu, pengembangan Laku Pandai terintegrasi dengan usaha mikro. Cara ini dinilai menjadi salah satu solusi lebih menyejahterakan masyarakat di pedesaan.

Oleh karena itu, OJK dan perbankan akan berusaha mengajak pemerintah daerah, bahkan kepala desa untuk turun langsung dan berkontribusi menyosialisasikan program Laku Pandai. "Kita akan ajak pemerintah daerah, kepala desa atau camat agar ini (Laku Pandai) bisa dipahami oleh masyarakat. Tahun ini ada tambahan 50 ribu agen baru, karena program ini kan diikuti bank lain dengan program lain di berbagai daerah," kata Muliaman.

Program Laku Pandai ini diharapkan dapat mendukung program keuangan inklusif sesuai dengan tujuan Pemerintah Indonesia yang dicanangkan dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) pada Juni 2012. Produk yang disediakan Laku Pandai adalah tabungan dengan karakteristik Basic Saving Account (BSA), kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro, dan produk keuangan lainnya seperti asuransi mikro.

Dalam tiga tahun ke depan, Muliaman mengatakan, diperkirakan agen-agen Laku Pandai akan ada di semua wilayah Indonesia. Pada tahap awal, ada empat bank yang sudah mendapatkan persetujuan dan akan meluncurkan program ini dalam waktu dekat, yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Tabungan Pensiunan Nasional, dan Bank Central Asia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari keempat bank itu, akan direkrut sekitar 128.039 agen selama periode 2015. Menurut Muliaman, jika 13 bank lain mulai ikut menjalankan program Laku Pandai tahun ini, diperkirakan jumlah agen Laku Pandai mencapai 350 ribu, dengan cakupan 75 persen wilayah di seluruh Indonesia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.