Kompas.com - 08/04/2015, 19:30 WIB
Tibyani (30), pengepul rumput laut, mengeringkan rumput laut tidak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (18/1/2013). Gelombang tinggi menyebabkan petani rumput laut merugi Rp 3 juta - Rp 4 juta per petak, karena banyak rumput laut yang rontok dan patok serta tambang rusak kaibat diterjang gelombang.

KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDITibyani (30), pengepul rumput laut, mengeringkan rumput laut tidak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (18/1/2013). Gelombang tinggi menyebabkan petani rumput laut merugi Rp 3 juta - Rp 4 juta per petak, karena banyak rumput laut yang rontok dan patok serta tambang rusak kaibat diterjang gelombang.
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Membenahi tempat pelelangan ikan (TPI) hingga menjadi layak adalah hal penting bagi nelayan. Banyak pihak bisa diajak untuk berpartisipasi membenahi TPI. Salah satunya TNI Angkatan Laut (AL).

TPI adalah sebuah pasar yang biasanya terletak di dalam pelabuhan atau pangkalan pendaratan ikan, dan di tempat tersebut terjadi transaksi penjualan ikan dan hasil laut baik secara lelang maupun tidak. Biasanya TPI ini dikoordinasi oleh dinas perikanan, koperasi, atau pemerintah daerah.

Pada banyak wilayah di Indonesia, fisik gedung TPI terkesan apa adanya. Ada yang cuma berlantai keramik seadanya. Atapnya pun tak jarang tanpa plafon.

Rupanya, berangkat dari kondisi itu, pihak TNI AL sebagaimana catatan yang disampaikan kemarin, memasukkan TPI di dalam program Operasi Bakti Bedah Desa Pesisir. Lokasinya ada di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi meresmikan kegiatan itu.

Program berlangsung sejak 10 Maret 2015 sampai dengan 10 April 2015. Renovasi TPI menjadi salah satu agenda utama. Di desa itu, pihak TNI AL merenovasi TPI dengan pemasangan plafon dan lantai.     

Selain itu, ada juga kegiatan renovasi rumah ibadah, renovasi madrasah, pembangunan rumah pintar, pembuatan MCK, bedah rumah para nelayan, pembuatan sistem pengolahan air laut menjadi air bersih, pembuatan bangunan prasasti dan monumen serta kegiatan non-fisik seperti pengobatan gratis, sunatan masal, penyuluhan, dan lainnya. "Kegiatan ini bisa menjadi model bagi pemerintah daerah membantu para nelayan di sekitarnya," kata Ade Supandi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, terang Ade, TNI AL punya program serupa yakni Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya. "Sekarang kita hidupkan kembali dalam bentuk bedah desa pesisir untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para nelayan," kata demikian Ade Supandi.
 
Peresmian dan puncak acara Bedah Desa Pesisir tersebut dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM A.A.G.N. Puspayoga. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno, Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi, Kapolda Banten Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar, serta para pejabat Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Banten.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.