Menteri Susi: Kapal "Illegal Fishing" Pakai Bendera Semaumu "Dhewe"

Kompas.com - 14/04/2015, 11:50 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti mengatakan, kapal-kapal pelaku illegal fishing melakukan berbagai cara agar bisa mencuri ikan di Indonesia. Bahkan, kata Susi, kapal-kapal tersebut memasang bendera negara seenaknya saja untuk menyamarkan identitas asli kapal tersebut.

"Kapal-kapal itu bisa berganti kepemilikan, kan semua pelaku illegal fishing itu pakai bendera semaumu dhewe," ujar Susi saat berbincang di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (13/4/2015).

Selain penggunaan bendera yang seenaknya, setelah ditelusuri, banyak kapal pelaku illegal fishing yang menggunakan nama pribadi bukan perseroan. Modusnya, kata dia, perusahaan yang memiliki kapal tersebut menitipkan kapalnya kepada orang yang dipercaya di suatu daerah.

"Masa ada perusahaan kapal, namanya Rusli, tidak ada deletion of certificate-nya (surat izin penghapusan kapal)," kata dia.

Bahkan, Susi pun mengaku heran ada 280 kapal yang tak memiliki surat izin penghapusan kapal dari Kementerian Perhubungan.

"Bilangnya, Menteri Susi sebut kapal yang tak memiliki deletion of certificate datang dari negeri antah berantah. Ya mau bagaimana lagi, ini anomali," ucap dia.

Baca juga: Menteri Susi Siap Ladeni Pemilik Kapal MV Hai Fa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.