Ini Isi Deklarasi "Asian-African Business Council" yang Diinisiasi Kadin

Kompas.com - 21/04/2015, 17:08 WIB
Siswa berbagai sekolah di Kota Bandung berlatih mengibarkan bendera peserta Konferensi Asia Afrika ke-60 di samping Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/4/2015). Berbagai persiapan mulai dari teknis acara hingga perbaikan infrastruktur dilakukan menyambut peringatan KAA yang akan berlangsung pada 19-24 April di Jakarta dan Bandung. KOMPAS/CORNELIUS HELMY HERLAMBANGSiswa berbagai sekolah di Kota Bandung berlatih mengibarkan bendera peserta Konferensi Asia Afrika ke-60 di samping Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/4/2015). Berbagai persiapan mulai dari teknis acara hingga perbaikan infrastruktur dilakukan menyambut peringatan KAA yang akan berlangsung pada 19-24 April di Jakarta dan Bandung.
Penulis Icha Rastika
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprakarsasi terbentuknya Asian-African Business Council sebagai bentuk nyata kerjasama lembaga kamar dagang di Asia-Afrika.

Pembentukan Business Council ini akan disahkan dalam acara Asian African Business Forum yang merupakan bagian dari rangkaian acara Konferensi Asia-Afrika di Jakarta Convention Center, Selasa (20/4/2015).

Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia Didik J Rachbini menuturkan poin pertama Asian-African Business Council ini adalah memperkuat hubungan kerjasama perdagangan dan industri di antara negara-negara Asia dan Afrika.

Poin kedua, kamar dagang di Asia dan Afrika mendorong pemerintah untu menghilangkan hambatan dagang, bisnis, antara Asia dan Afrika. Poin deklarasi ketiga berkaitan dengan promosi bersama konektivitas dan infrastruktur yang menjadi kendala perdagangan Asia-Afrika selama ini.

"Dan isunya juga terkait pelatihan dan training. Kalau Indonesia ingin buka pelatihan untuk Afrika misalnya," sambung Didik.

Poin berikutnya berkaitan dengan pengembangan usaha kecil dan menengah. Selanjutnya, poin deklarasi yang menyatakan komitmen untuk membuat lembaga kerjasama bernama Asian-African Business Council.

"Kita harus membuat suatu lembaga, institusi, cara, teknik yang kita sebut Asian African Business Council. Sekretariatnya nanti ada di sini. Sebenarnya bisnis itu kayak pacaran atau pameran. Semakin banyak pertemuan, semakin banyak bisnis," tutur Didik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Umum Kadin Suryo B Sulisto menambahkan, Asian African Business Council ini berbeda dengan Asian African Center yang diinisiasikan Pemerintah. Nantinya, kata Suryo, para pengusaha di Asia dan Afrika bisa lebih sering menggelar pertemuan dengan diwadahi Asian African Business Council.

"Kalau kita bertemu 10 tahun sekali kan sulit direalisasikan. Oleh karena itu ada gagasan mendirikan Asean African Business Council yang akan bertemu setiap tahun," ujar dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.