Kompas.com - 22/04/2015, 11:23 WIB
Suasana Ball Room Gedung Mina Bahari III KKP saat Menteri Susi Pudjiastuti memberikan arahan pada 448 CPNS, Jakarta, Senin (13/4/2015) KOMPAS.com/YOGA SUKMANASuasana Ball Room Gedung Mina Bahari III KKP saat Menteri Susi Pudjiastuti memberikan arahan pada 448 CPNS, Jakarta, Senin (13/4/2015)
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
– Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Asep Burhanuddin menyatakan, pada hari Minggu (19/4/2015), pihaknya mendapatkan informasi dari Kepala Stasiun PSDKP Tual bahwa, Yoseph Sairlela meninggal di Hotel Treva Menteng Jakarta, pada Sabtu (18/4/2015).

Kemudian dia, melanjutkan informasi tersebut kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan memohon arahan untuk menindaklanjuti.

Dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (22/4/2015),  Asep membeberkan kronologis peristiwa meninggalnya saksi kunci kasus dugaan perbudakan di Benjina tersebut.

Menurut dia, berdasarkan informasi yang diperoleh PSDKP,  Yoseph pada Kamis (16/4/2015), berada di Surabaya untuk bertemu dengan orang.  “Tapi kami belum tahu ini tamunya siapa. Ini yang mesti dicari tahu. Sebelum berangkat ke Jakarta, Yoseph izin dari Tual untuk pergi ke Jakarta membeli sparepart,” kata Asep

Kemudian, pada Jumat (17/4/2015), Yoseph tiba di Jakarta. Asep menuturkan, selain bermaksud membeli suku cadang untuk kapal cepat (speedboad), diketahui Yoseph ternyata juga bermaksud menjenguk putrinya, Nike Sairlela.

“Pada tanggal 17 April, Yoseph ke Jakarta dan menginap di Hotel Treva Menteng. Pada tanggal 18 April (Sabtu), sore sekitar pukul 16.00 WIB Yoseph mengunjungi putrinya di tempat kos. Dari keterangan putrinya, kondisinya sudah tidak enak badan. Sehingga tidak lama, almarhum kembali ke hotel,” terang Asep.

Di hari yang sama, sekitar pukul 19.00 WIB, Nike mendapat berita dari keluarga di Tual untuk mengecek kondisi Yoseph di Hotel Treva Menteng. “Mamanya bilang, kamu cek papamu dalam keadaan kritis di hotel,” kata Asep menirukan keterangan Nike.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada pukul 21.30 WIB, Nike datang ke Hotel Treva Menteng, namun tidak bertemu dengan Yoseph, karena ayahnya tersebut sudah dalam perjalanan menuju ke RS Menteng Mitra Afia (MMA). “Kata dr Amalia, almarhum meninggal pukul 20.38 WIB. Dan pemeriksaan dokter awal, diberitakan sebab meninggalnya Yoseph adalah serangan jantung. Memang almarhum memiliki riwayat sakit mengidap hipertensi yang akut,” tutur Asep.

baca juga: Menteri Susi Minta Anak Buahnya Lebih WaspadaDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.