Kementan Siapkan Upaya Kendalikan Serangan OPT Tanaman Padi

Kompas.com - 07/05/2015, 12:00 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Desa Talang Giring, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan, Senin (20/4/2015). Dok KementanMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Desa Talang Giring, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan, Senin (20/4/2015).
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan menangani banjir serta kekeringan pada tanaman padi. Berdasarkan laporan Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi seluruh Indonesia, pada musim hujan 2014/2015 (Oktober-Maret) luas lahan padi yang mengalami puso karena serangan OPT, banjir dan kekeringan seluas 39.532 hektare.

Beberapa upaya itu di antaranya pengendalian OPT utama pada tanaman padi seluas 222.509 hektare, mengirim surat peningkatan kewaspadaan dan antisipasi serta prakiraan awal Musim Kering (MK) tahun 2015 kepada Gubernur seluruh Indonesia dan realisasi pelaksanaan penerapan PHT skala luas pada tanaman padi sampai bulan April 2015 sebanyak (7,04 persen) dari rencana 142 unit.

"Selain itu, Kementan juga meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait serta melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin terhadap perkembangan luas serangan OPT, banjir dan kekeringan," ujar Plt. Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Pending Dadih Permana, dalam siaran persnya, Kamis (7/5/2015).

Lebih jauh, Kementan juga melakukan penyerahan Cadangan Benih Nasional (CBN). Berdasarkan laporan dari Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi seluruh Indonesia yang diterima Kementan, pada Musim Hujan (MH) 2014/2015 (Oktober-Maret) yakni luas lahan padi yang mengalami puso karena serangan serangan OPT, banjir dan kekeringan seluas 39.532 hektare.

"Dengan kata lain, sebesar 0,49 persen dari luas tanam sebesar 8.043.639 hektare," ujarnya.

Pending menjelaskan, luas puso terbesar pada periode tersebut disebabkan karena banjir, yakni mencapai 33.325 hektare atau 0,41 persen dari luas tanam 8.043.639 hektare. Luas puso terbesar terjadi pada Desember lalu, terutama di Provinsi Aceh, Jawa Timur, dan Banten.

Sementara itu, karena kekeringan, yakni seluas 5.881 ha (0,07 persen dari luas tanam 8.043.639 ha) yang luas puso terbesarnya terjadi pada bulan Oktober terutama di Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Sedangkan puso yang disebabkan karena OPT seluas 318 ha (0,004 persen dari luas tanam 8.043.639 hektare) yang luas puso terbesarnya terjadi pada bulan Desember terutama di Provinsi Jawa Tengah, Banten dan Sumatera Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun pada Musim Kemarau (MK) 2014 (April-September), luas areal padi yang mengalami puso karena serangan OPT, banjir dan kekeringan mencapai 27.927 hektare (0,48 persen dar luas tanam 5.873.912 hektare). Luas puso terbesar pada periode tersebut yakni disebabkan karena kekeringan seluas 22.077 ha (0,38 persen dari luas tanam 5.873.912 ha) yang luas puso terbesarnya terjadi pada bulan September terutama di Provinsi Kalimantan Barat, Jawa Tengah dan Aceh.

Kemudian, puso disebabkan karena banjir seluas 4.451 ha (0,08% dari luas tanam 5.873.912 ha) yang luas puso terbesarnya terjadi pada bulan Juni terutama di Provinsi Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Jambi. Sedangkan puso karena OPT seluas 1.400 hektare (0,02 persen dari luas tanam 5.873.912 ha) yang luas puso terbesarnya terjadi pada bulan Juli terumata di Provinsi Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan Banten.

Jawa hingga Aceh

Untuk informasi, luas areal padi yang mengalami puso pada tahun 2015 (Januari-Maret) yang disebabkan karena serangan OPT, banjir dan kekeringan yakni seluas 12.403 ha (0,35 persen dari luas tanam 3.593.107 ha). Luas puso terbesar pada periode tersebut yakni disebabkan karena banjir seluas 12.280 ha (0,34 persen dari luas tanam 3.593.107 ha). Luas puso terbesarnya terjadi pada Februari terutama di Provinsi Banten, Jawa Timur dan Aceh.

Selanjutnya, puso yang disebabkan karena OPT seluas 66 hektare (0,0001 persen dari luas tanam 3.593.107 ha), dimana puso terbesarnya terjadi pada bulan Februari terutama di Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara dan Jawa Timur.

Terakhir, puso disebabkan karena kekeringan seluas 58 ha (0,0001 persen dari luas tanam 3.593.107 ha), dimana luas puso terbesarnya pada bulan Maret terutama di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Sebagai data pembanding, luas areal padi terkena puso karena OPT, banjir dan kekeringan tahun 2014 (Januari-Desember) yakni seluas 178.892 ha dari luas tanamnya 13.569.481 ha. Adapun luas puso terbesar pada periode tersebut disebabkan karena banjir seluas 141.045 ha, dimana luas puso terbesarnya terjadi pada bulan Januari terutama di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Aceh.

Kemudian puso karena kekeringan seluas 35.423 ha. Luas puso terbesarnya terjadi pada September terutama di Provinsi Kalimantan Barat, Aceh dan Jawa Tengah. Selanjutnya, puso karena OPT yakni seluas 2.424 ha, dimana luas puso terbesarnya terjadi pada bulan Juli terutama di Provinsi Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan Banten.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.