Pemerintah Belum Temukan Pola Tepat Frekuensi Perubahan Harga BBM

Kompas.com - 15/05/2015, 20:39 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengikuti Rapat Kerja (Raker) bersama Komite II DPD RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2014). Dalam rapat tersebut, Sudirman Said menjelaskan alasan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan dibentuknya Satgas Anti-mafia Migas. KOMPAS/WAWAN H PRABOWO WAWAN H PRABOWOMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengikuti Rapat Kerja (Raker) bersama Komite II DPD RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2014). Dalam rapat tersebut, Sudirman Said menjelaskan alasan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan dibentuknya Satgas Anti-mafia Migas. KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengakui pemerintah belum menemukan pola tepat frekuensi perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi kewenangan pemerintah, yakni untuk jenis BBM bersubsidi dan BBM penugasan (distribusi di luar Jawa-Madura-Bali). Sudirman menyadari perubahan harga yang terlalu cepat terjadi antara dua mingguan hingga satu bulan bisa merepotkan perencanaan.

Sudirman mengatakan, pemerintah perlu melihat pola perubahan harga BBM selama setahun untuk menentukan frekuensi yang tepat. “Saya minta setahun setelah kebijakan subsidi ini dilakukan, kita akan ketemu pola mudah-mudahan. Mungkin kita tetapkan November, dan itu tepat satu tahun pemerintahan baru berjalan. Setahun setelah kebijakan ini diterapkan,” kata Sudirman, Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Sudirman menegaskan pemerintah kini belum bisa menyimpulkan sebaiknya berapa bulan sekali perubahan harga BBM dilakukan. “Kalau ditanya berapa lama? Saya harus jujur ini kan tahun pertama subsidi dihilangkan, jadi mesti lihat pola,” kata Sudirman.

Lebih lanjut dia bilang, pemerintah memperhatikan masukan dari semua pihak, baik parlemen, pengamat, dan masyarakat umum. “Tapi finalnya nanti kita lihat setelah setahun seperti apa. Saya kira pada bulan oktober kita akan lihat tren harga minyak ke depan akan seperti apa. Jadi, database untuk menyimpulkan ke depan sudah lebih lengkap,” imbuh dia.

Jika  pola tersebut sudah ditemukan, Sudirman mengatakan pihaknya akan mengubah regulasi yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 4 tahun 2015.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.