Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kerangka Pemerintah, Ekonomi 2016 Tumbuh 5,8 Persen-6,2 Persen

Kompas.com - 21/05/2015, 10:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebentar lagi akan bergulir di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).  Rabu (20/5/2015) pemerintah menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2016.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, dengan memperhitungkan perkembangan perekonomian terkini, baik global maupun domestik yang tidak seoptimis perkiraan sebelumnya maka pertumbuhan ekonomi 2016 diperkirakan 5,8 persen-6,2 persen.

Rentang pertumbuhan ini lebih tinggi dari outlook pertumbuhan ekonomi 2015 namun sedikit lebih rendah dari target awal dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Sebelumnya dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2016 pemerintah memasang target pertumbuhan dalam rentang 5,4 persen-6,6 persen. "Pencapaian pertumbuhan tersebut akan lebih bertumpu ada faktor-faktor dalam negeri," ujar Bambang dalam sidang paripurna, Rabu (20/5/2015).

Menurut Bambang, kegiatan dan aktivitas investasi khususnya infrastruktur yang lebih tersebar ke berbagai kawasan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan. Peningkatan belanja modal pemerintah dan transfer ke daerah akan menjadi langkah awal bagi strategi pembangunan.

Di samping itu, upaya laju inflasi pada tingkat yang rendah akan mendorong daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga. Laju infasi diperkirakan berada pada kisaran 4 persen plus minus 1 persen. (Margareta Engge Kharismawati)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Earn Smart
Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Spend Smart
Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Whats New
Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Whats New
Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Whats New
Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-'grounded' Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Whats New
ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

Whats New
Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Whats New
Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Whats New
ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

Whats New
Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Whats New
Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Whats New
Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Whats New
BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com