Kompas.com - 26/05/2015, 06:06 WIB
Platforms atau anjungan lepas pantai  milik TEPI berada di lapangan gas Jempang dan Metulang. Rig pengeboran gas akan masuk ke sini pada 21 April 2015. Jempang dan Metulang merupakan proyek ketiga TEPI di  South Mahakam. Anjungan ini terdiri di tengah laut yang jaraknya 35 Km dari Balikpapan. Kompas.com/Dani JPlatforms atau anjungan lepas pantai milik TEPI berada di lapangan gas Jempang dan Metulang. Rig pengeboran gas akan masuk ke sini pada 21 April 2015. Jempang dan Metulang merupakan proyek ketiga TEPI di South Mahakam. Anjungan ini terdiri di tengah laut yang jaraknya 35 Km dari Balikpapan.
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah akan mengambil alih sepenuhnya pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur dan menyerahkannya kepada Pertamina, serta mengambil alih pengelolaan tambang emas di Papua yang saat ini dikuasai oleh PT Freeport Indonesia.

"Presiden Joko Widodo menegaskan kembali bahwa pemerintah telah memutuskan, pengelolaan Blok Mahakam akan diambil alih oleh pemerintah," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Senin (25/5/2015).

Saat ini, Blok Mahakam masih dikelola oleh perusahaan migas asal Perancis, Total E&P Indonesie dan Inpex Corp, hingga 2017.

"Untuk Freeport, karena kontraknya baru habis tahun 2021, maka Kementerian ESDM akan menjaga agar secara bertahap kepemilikan Indonesia semakin besar," kata Pratikno.

Dia mengatakan, mekanisme tersebut juga menjaga agar manfaat fiskal dan ekonomi untuk Indonesia dari Freeport semakin besar.

Menurut dia, pemerintah tengah melakukan terobosan pengelolaan sumber daya mineral melalui UU Mineral dan Batubara (Minerba) untuk mengatur hubungan antara negara dan Freeport. "Hubungan yang semula kontrak karya akan diubah menjadi izin usaha pertambangan sehingga posisi Indonesia sebagai negara lebih kuat," ujar Pratikno.

Dia menjelaskan, pemutusan sepihak atas pengelolaan tambang emas dan tembaga di Provinsi Papua tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemutusan sepihak akan memunculkan masalah baru, yakni ekonomi Papua akan terganggu dan masyarakat akan menderita," kata dia, seraya menambahkan bahwa masalah ekonomi akan berdampak pada urusan politik, merusak iklim investasi, dan melemahkan posisi Indonesia di kawasan Asia Pasifik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.