Pemerintah Pertimbangkan Beri Insentif Perusahaan Top Jepang

Kompas.com - 27/05/2015, 20:49 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan memberikan insentif kepada para pengusaha Jepang yang sudah lama menjadi investor di Indonesia. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan para pengusaha top Jepang yang tergabung dalam Japan-Indonesia (Japinda) di Istana Merdeka, Rabu (27/5/2015). Pertemuan itu juga membahas soal investasi yang telah berjalan selama ini.

"Pemberian insentif bisa diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memang sudah terbukti berkinerja baik. Tapi tentu ada aturannya, tapi bahwa kami melakukan studi dan melihat itu ya akan dilakukan oleh Menko Perekonomian," ujar Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir di Istana Kepresidenan, Rabu malam.

Dia menjelaskan, dalam pertemuan itu, para pengusaha Jepang juga mengeluhkan sejumlah peraturan di Indonesia yang menghambat investasi. Peraturan itu terutama terkait dengan kepemilikan, syarat investasi hingga persoalan pembebasan tanah. 

Menanggapi keluhan itu, Fachir mengatakan, pemerintah akan mengkajinya terlebih dulu.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menyebutkan pengusaha yang dibawa oleh Ketua Japinda Yasuo Fukuda adalah mereka yang puluhan tahun investasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan itu di antaranya Sumitomo, Toshiba, Suzuki motor, Mitsubishi, Panasonic, Daihatsu, Mizuho Bank, INPEX, Mizuho Bank, JGC Corporation, dan  Chiyoda. Meski sudah lama, para pengusaha itu juga mengeluhkan persoalan visa kerja yang lama didapatkan.

Ketua Komite Ekonomi Indonesia-Jepang Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sonny B Harsono mengungkapkan, sejumlah proyek juga menjadi pembicaraan dalam pertemuan malam ini yakni terkait dengan propyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Dalam proyek itu, baik investor Tiongkok mau pun Jepang sedang bersaing untuk mendapatkannya. Hingga saat ini, belum ada keputusan pemerintah soal siapa yang akan menggarap proyek tersebut.

Sementara, untuk industri otomotif, Sonny mengungkapkan pemerintah juga berharap kepada Suzuki agar bisa meningkatkan kapasitas produksinya terutama untuk pasar ekspor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kominfo: Batas Akhir Penghentian Siaran TV Analog Tetap 2 November 2022

Kominfo: Batas Akhir Penghentian Siaran TV Analog Tetap 2 November 2022

Whats New
Diskon Pajak Mobil dan Rumah Berakhir September 2022, Bakal Diperpanjang?

Diskon Pajak Mobil dan Rumah Berakhir September 2022, Bakal Diperpanjang?

Whats New
[POPULER MONEY] Ratusan Guru PPPK Kaget Lokasi Penempatan Tak Sesuai | Dana IKN Nusantara Belum cair

[POPULER MONEY] Ratusan Guru PPPK Kaget Lokasi Penempatan Tak Sesuai | Dana IKN Nusantara Belum cair

Whats New
Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.