Kompas.com - 29/05/2015, 14:30 WIB
Mural bertema 'Revolusi dalam Gerakan' tersebut menggambarkan 27 tahun keberadaan Air Max. Semua tergambarkan, mulai seri Air Max 1 sampai Flyknit Air Max tahun 2014. www.designboom.comMural bertema 'Revolusi dalam Gerakan' tersebut menggambarkan 27 tahun keberadaan Air Max. Semua tergambarkan, mulai seri Air Max 1 sampai Flyknit Air Max tahun 2014.
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Perusahaan perlengkapan olahraga, Nike, masih menaruh asa pada sepak bola. Meski, dugaan bahwa perusahaan tersebut terseret dalam skandal suap di organisasi sepak bola dunia (FIFA) menguat, tulis laman CNN.com pada Jumat (29/5/2015).

Nike memang tak seperti Adidas, pesaingnya. Perusahaan asal Jerman itu justru terbilang salah satu sponsor penting FIFA. Setiap tahun, Adidas membayar ongkos sponsor hingga 31,6 juta dollar AS, khususnya pada penyelenggaraan Piala Dunia.

Nike, pada Rabu (27/5/2015) memang sudah mengeluarkan pernyataan keprihatinan atas sangkaan korupsi tersebut. "Kami selama ini sudah bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memerangi manipulasi dan penyuapan," kata pernyataan perusahaan yang bermarkas di Oregon, AS itu.

Timnas Brasil

Sampai kini, di dalam sangkaan pihak Kejaksaan AS memang tidak ada penyebutan nama perusahaan itu. Pihak Kejaksaan hanya mencantumkan kata "perusahaan perlengkapan olahraga E" dan "perusahaan perlengkapan olahraga A" yang terkait dengan kontrak pada 1996 dengan Tim Nasional Brasil. Catatan menunjukkan, Nike adalah perusahaan yang meneken kontrak dengan Tim Samba untuk penyediaan sepatu dan kaus tim.

Di dalam sangkaan jaksa tertulis bahwa untuk mendapatkan kontrak dengan Timnas Brasil, perusahaan perlengkapan tanpa nama harus berhubungan dengan Traffic Group. Grup asal Brasil tersebut memposisikan diri sebagai perusahaan pemasaran olahraga. Traffic Group didirikan oleh Jose Hawilla.  Pada Desember tahun lalu, Hawilla dan dua anak perusahaan Traffic Group yang berbasis di Florida secara diam-diam mengaku bersalah di pengadilan federal AS atas dakwaan pemerasan, penyuapan, dan pencucian uang.

Pada sangkaan itu juga tertulis bahwa perusahaan perlengkapan olahraga tanpa nama itu setuju membayar 160 juta dollar AS. Duit sebesar itu untuk jangka waktu kontrak selama 10 tahun. Tak cuma itu, Traffic Group juga meminta komisi 30 juta dollar AS antara 1996 dan 1999.

Sejatinya, besaran kontrak tersebut relatif kecil andai dibandingkan dengan penjualan tahunan Nike yang mencapai angka 27,8 miliar dollar AS. Sementara, kontrak Nike dengan atlet-atlet secara pribadi di seluruh dunia mencapai angka 4,7 miliar dollar AS.

Belum ada informasi tambahan soal reaksi Nike. Namun, sepak bola bagi Nike adalah bagian penting dari bisnisnya. Apalagi, sejak perusahaan itu sukses menjual produk-produknya di luar Amerika Serikat (AS).

Dalam tahun fiskal, rerata penjualan sepatu dan perlengkapan sepak bola Nike di luar AS membubuhkan angka hingga 2,3 miliar dollar AS. Segmen ini tumbuh paling cepat kedua setelah segmen bola basket.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.