Kompas.com - 04/06/2015, 14:32 WIB
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, didampingi Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman beserta Bupati Siak melakukan prosesi tutup panen padi masa tanam 2014/2015. Menteri dan rombongan juga melakukan tanam jagung di desa Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Rabu (4/3/2015) lalu. Dok KementanMenteri Pertanian, Amran Sulaiman, didampingi Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman beserta Bupati Siak melakukan prosesi tutup panen padi masa tanam 2014/2015. Menteri dan rombongan juga melakukan tanam jagung di desa Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Rabu (4/3/2015) lalu.
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 19/Permentan/HK.140/4/2015 pada 6 April 2015 lalu. Dalam Renstra 2015-2019 itu terdapat enam sasaran strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian di Indonesia.

"Ada enam sasaran, yaitu swasembasa padi, jagung, dan kedelai serta peningkatan produksi daging dan gula, juga peningkatan diversifikasi pangan," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrembangtan) Nasional di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Mentan menambahkan, sasaran strategis lainnya adalah peningkatan komoditas bernilai tambah dan berdaya saing dalam memenuhi pasar ekspor dan subtitor (pengganti) impor. Selain itu, sasaran selanjutnya adalah penyediaan bahan baku bio industri dan bio energi, peningkatan pendapatan keluarga petani, dan akuntabilitas kinerja aparatur negara yang baik.

"Strategi yang ditempuh melalui peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan lahan, peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian, serta pengembangan dan perluasan logistik benih atau bibit," ujar Mentan.

Selain itu, lanjut Mentan, ada juga penguatan jaringan pasar produk petanian dan peningkatan dukungan perkarantinaan untuk memastikan keamanan produk impor yang masuk ke Indonesia. Dia berharap restra tresebut dapat menjadi terobosan baru dalam perkembangan sektor pertanian di Indonesia.

"Ini sebagai perbaikan program, khususnya dalam peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai dalam bentuk upaya khusus (Upsus), serta kebutuhan regulasi yang harus diwujudkan pada 2016 mendatang," ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.