Kompas.com - 10/06/2015, 19:56 WIB
|
EditorErlangga Djumena

AMBON,KOMPAS.com - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Ambon menjelang bulan Ramadhan semakin tak terkendali. Harga bawang merah misalnya mengalami kenaikan hingga lebih dari 100 persen.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Ambon seperti di pasar pasar Batu Merah Mardika dan pasar Mardika, harga bawang merah yang seblumnya dijual pedagang dengan harga pada kisaran Rp 20.000 hingga Rp 24.000 per kilogram kini mulai naik hingga mencapai Rp 50.000 per kilogram.

“Harga bawang merah per kilogram saat ini Rp 50.000, memang dalam sepekan terakhir selalu mengalami kenaikan,”kata Wa Ida salah satu pedagang saat ditemui Kompas.com, Rabu (10/6/2015).

Dia mengungkapkan kenaikan harga tersebut terjadi menyusul adanya kenaikan harga pada tingkat distributor. Selain bawang merah kenikan harga juga terjadi pada bawang putih yang kini mulai menembus angkah tertinggi dalam sepekan terakhir yakni sebesar Rp 35.000 per kilogram.

“Masalahnya kita tidak bisa mempertahankan harga sebelumnya karena harga ditingkat distributor terus naik,” katanya.

Kenaikan dua komuditas pokok ini membuat warga di Kota Ambon khususnya para ibu rumah tangga kian resah. Halima salah seorang warga Kebun Cengkeh mengaku kenaikan harga bawang merah sangat tidak terkendali saat ini, ironisnya belum ada langkah kongkrit dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah tersebut.

“Hanya dalam sepekan harga bawang merah naik hingga lebih dari 100 persen, ini sangat keterlaluan,” ujar dia.

Wati, warga lainnya meminta agar pedagang tidak memanfaatkan bulan ramadhan untuk menaikan harga secara sepihak. ”Setiap kali menjelang hari besar keagamaan kondisinya selalu seperti ini harga-harga selalu saja dinaikan oleh pedgang secara sepihak,” ucap dia.

Selain bawang merah dan bawang putih kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam ras, cabe rawit dan juga kebutuhan pokok lainnya. Untuk telur ayam ras kini dijual pedagang dengan harga Rp 1.600 hingga Rp 1.700 per butir, sebelumnya harga ayam ras hanya Rp 1.400 per butir. Sedangkan untuk cabe rawit harganya naik dari Rp 45.000 per kilogram menjadi Rp 50.000 per kilogram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Whats New
Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Whats New
Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Rilis
Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Whats New
Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Whats New
BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

Whats New
PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Whats New
RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.