Kompas.com - 19/06/2015, 16:46 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai wajar jika Presiden Joko Widodo marah karena masih lamanya waktu inap barang atau dwell time di Pelabuhan Tanjung Priok. Proses bongkar muat barang pada pelabuhan tersebut di Indonesia itu masih belum sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Ya itu memang targetnya diberikan oleh Presiden dalam rapat kabinet itu, empat hari, belum dicapai. Artinya karena target belum dicapai, otomatis tentu presiden wajar untuk menegur," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat (19/6/2015).

Lama waktu tunggu barang yang ditargetkan pemerintah dipersingkat menjadi 4,7 hari. Kalla menilai ada sejumlah perbaikan yang perlu dilakukan pihak terkait. Salah satunya adalah koordinasi antar lembaga pemegang kepentingan proses bongkar muat barang di pelabuhan. Lainnya berkaitan dengan penyederhanaan aturan dan perbaikan infrastruktur.

"Infrastruktur dan koordinasi serta penyederhanaan aturan, kecepatannya. Itu saja, dua hal, infrastrukturnya dan aturannya serta kecepatan ambil keputusannya," ucap Kalla.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo geram karena tak mendapat jawaban yang memuaskan dari pejabat di Pelabuhan Tanjung Priok soal pihak yang memperlambat dwell time. Kegeraman ini diperlihatkan Jokowi ketika memimpin rapat mendadak di Pusat Perencanaan dan Pengendalian Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (17/6/2015).

Presiden bahkan mengancam akan mencopot petugas lapangan hingga menteri yang tidak mau memperbaiki kondisi pelabuhan peti kemas.

Sikap Jokowi ini mendapat respons positif dari para pengusaha logistik. Pasalnya, kondisi ini sudah lama terjadi dan mengakibatkan kelambanan serta tidak efisiennya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.