Ini Penjelasan Direksi Telkom soal Tukar Guling Saham Mitratel

Kompas.com - 26/06/2015, 11:33 WIB
Alex Sinaga terpilih menjadi Direktur Umum PT Telkom pada Jumat (19/12/2014) di Jakarta. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comAlex Sinaga terpilih menjadi Direktur Umum PT Telkom pada Jumat (19/12/2014) di Jakarta.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
– Direksi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) menjelaskan kepada Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI perihal tukar guling saham atau share swap anak usahanya PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dengan PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG).

Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga memaparkan sejumlah kajian dari lembaga negara telah memberikan hasil kajiannya mengenai aksi korporasi, yang isunya berpotensi menyebabkan kerugian negara itu.

Alex menuturkan, jaksa agung muda bidang perdata dan tata usaha negara (jamdatun) telah memberikan kajian bahwa proses pertukaran saham yaitu pelepasan saham milik Telkom pada Mitratel dan penyertaan modal Telkom pada TBIG tidak memelukan persetujuan DPR, melainkan hanya memerlukan persetujuan Dewan Komisaris.

Jamdatun juga menyebut, aksi korporasi share swap yaitu investasi di TBIG dan divestasi di Mitratel untuk saat ini merupakan pilihan yang terbaik dan sudah sesuaidengan peraturan eksternal maupun initernal di Telkom. “Proses pemilihan partner sudah comply dengan peraturan yang berlaku di Telkom,” kata Alex dalam Rapat Dengar Pendapat, kemarin Kamis (25/6/2015).

Menurut Alex, jamdatun juga menyebut, share exchane agreement antara TBIG dan Telkom merupakan perjanjian bersyarat sebagaimana dimaksud pada ketentuan pasal 1263 KUHPerdata dan pasal 1264 KUHPerdata.

Dalam kesempatan tersebut, Alex juga memaparkan hasil kajian dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasilnya, aksi korporasi share swap didukung dengan pertimbangan regulasi, bisnis dan teknologi. Pemilihan opsi telah didukung dengan analisis atas alternatif aksi korporasi dan rencana strategis Telkom.

“Pengembangan dan penetapan aksi korporasi share swap telah sesuai dengan AD/ART Telkom, peraturan Internal Telkom,” kata Alex membacakan hasil kajian BPKP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BPKP juga menilai, pemilihan lead advisor telah dilaksanakan dengan terbuka, proses yang obyektif. Selain itu, pemilihan mitra strategis dinilai telah didasarkan pada kriteria yang obyektif dan ditetapkan sebelum proses pemilihan dilakukan. “Penilaian nilai pembanding oleh independen appraisal (KJPP) telah dilakukan dengan metode yang lazim,” sebut kajian BPKP.

Hasil kajian BPKP juga menyebut adanya risikoTelkom tidak akan menjadi pemegang saham terbesar di TBIG. Oleh karena itu, perlu adanya negosiasi terkait fee financial advisor untuk menghindari sengketa di kemudian hari.

Alex menambahkan, hasil kajian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas aksi korporasi itu menyebutkan bahwa Telkom telah melakukan tahapan proses sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. BPK juga menilai, penetapan pemilihan partner yang memberikan nilai tertinggi bagi perusahaan.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.