Menteri Desa Sebut Aturan Menkeu Hambat Penyerapan Anggaran

Kompas.com - 02/07/2015, 20:35 WIB
Menteri Desa PDT Marwan Jafar, saat petik jeruk di desa wisata petik jeruk, di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (27/3/2015). KOMPAS.com/Yatimul AinunMenteri Desa PDT Marwan Jafar, saat petik jeruk di desa wisata petik jeruk, di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (27/3/2015).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Desa, Percepatan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menjadi salah satu kementerian dengan tingkat penyerapan anggaran terendah. Menteri Desa, Percepatan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Ja'far menuding Kementerian Keuangan telah menghambat proses percepatan anggaran.

"Itu harus segera direvisi. Misalnya, tender harus 45 hari, kita percepat 15 hari bisa sebetulnya, tapi karena peraturan Menkeu 45 hari, enggak berani melanggar itu," ujar Marwan di Istana Kepresidenan, Kamis (1/7/2015).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo menginginkan agar semua peraturan yang menghambat penyerapan anggaran direvisi. Apabila tidak diiubah, maka hal tersebut berefek besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Marwan mengakui bahwa rendahnya serapan anggaran di kementeriannya karena ada penyesuaian nomenklatur. Dia memperkirakan penyerapan anggaran bisa maksimal pada Agustus.

"Karena banyak proyek infrastruktur yang harus diselesaikan, ada bansos, infrastruktur," ucap Marwan.

Tingkat penyerapan anggaran di berbagai kementerian hingga semester I 2015 tergolong rendah sehingga tak mampu mengubah perekonomian yang tengah lesu. Hingga Juni 2015, tingkat penyerapan anggaran mencapai 35 persen atau hanya berkisar Rp 640 triliun. Dari pengeluaran itu, hanya 8 persen digunakan untuk belanja modal dan sisanya untuk belanja operasional.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebutkan, ada tiga kementerian yang penyerapannya rendah, yakni Kementerian Desa, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian. Meski penyerapan rendah, pemerintah tetap optimistis target penyerapan anggaran masih bisa digenjot hingga 92 persen sampai akhir tahun 2015.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.