Mulai September, Kaca Bangunan Produksi Lokal dan Impor Wajib SNI

Kompas.com - 21/07/2015, 15:24 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perindustrian memberlakukan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) kaca untuk bangunan – blok kaca, dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 54/M-IND/PER/6/2015. Beleid ini mulai berlaku efektif tiga bulan setelah diundangkan pada 9 Juni 2015 lalu, yang berarti mulai berlaku awal September.

Menteri Perindustrian Saleh Husin melalui keterangan tertulis, Selasa (21/7/2015), menuturkan, peraturan tersebut dikeluarkan untuk meningkatkan mutu hasil industri blok kaca, melindungi konsumen, serta menciptakan persaingan usaha yang sehat dan adil.

“SNI wajib ini berlaku bagi kaca untuk bangunan – blok kaca hasil produksi dalam negeri dan impor yang beredar di daerah pabean Indonesia,” kata Saleh.

Jenis kaca produksi impor yang dikenai aturan ini adalah produk dengan nomor pos tarif atau HS Code (harmonized system code) 7016.10.00.00 dan 7016.90.00.00. Produk dengan kode HS 7016.10.00.00 merupakan kubus kaca dan barang kecil lainnya, dengan alas maupun tidak, untuk mosaik atau keperluan dekorasi semacam itu, tidak termasuk barang kaca kecil lainnya dengan ukuran P, L, dan diameter kurang dari 70 mm.

Semengata itu produk dengan kode HS 7016.90.00.00 merupakan lain-lain, tidak termasuk kaca lapis timbal dan sejenisnya, kaca multiseluler atau kaca busa dalam bentuk blok, panel, plat, selongsong atau bentuk semacam itu.

“Perusahaan yang memproduksi dan mengimpor kaca untuk bangunan – blok kaca, wajib menerapkan SNI dengan memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) – SNI serta membubuhkan tanda SNI dan kode produksi di tempat yang mudah dibaca dan dengan cara penandaan yang tidak mudah hilang,” sambung Saleh.

Kode produksi yang menunjukkan tanggal, bulan, dan tahun produksi merupakan salah satu obyek pengawasan kesesuaian kualitas produk atas pelaksanaan SNI ISO 21690:2013 secara wajib.

Sementara itu, bagi kaca untuk bangunan – blok kaca hasil produksi dalam negeri yang telah beredar di Indonesia dan tidak memenuhi ketentuan SNI, wajib ditarik dari peredaran oleh pelaku usaha. Sedangkan, kaca untuk bangunan – blok kaca asal impor yang tidak memenuhi ketentuan SNI namun telah berada di daerah pabean Indonesia, wajib diekspor kembali oleh pelaku usaha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sisa Desember, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Rp 537,2 Triliun Uang Negara yang Bakal Dibelanjakan

Sisa Desember, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Rp 537,2 Triliun Uang Negara yang Bakal Dibelanjakan

Whats New
Cegah Praktik Monopoli, KPPU Bakal Awasi Pembangunan IKN

Cegah Praktik Monopoli, KPPU Bakal Awasi Pembangunan IKN

Whats New
KAI Bantah KA Argo Parahyangan Setop Operasi saat Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

KAI Bantah KA Argo Parahyangan Setop Operasi saat Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

Whats New
Luhut Sebut Motor Listrk Bakal Disubsidi Rp 6,5 Juta, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

Luhut Sebut Motor Listrk Bakal Disubsidi Rp 6,5 Juta, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

Whats New
Inovasi Preston Bikin Pembangunan Infrastruktur Jargas Lebih Efisien

Inovasi Preston Bikin Pembangunan Infrastruktur Jargas Lebih Efisien

Whats New
Meningkat 364,31 Persen, Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 678.530

Meningkat 364,31 Persen, Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 678.530

Whats New
SMEsX, Dorong UMKM Siap Ekspor

SMEsX, Dorong UMKM Siap Ekspor

Smartpreneur
Ini Cara Agar Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sepi Penumpang

Ini Cara Agar Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sepi Penumpang

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Dibuka, Ini Dokumen yang Dibutuhkan

Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Dibuka, Ini Dokumen yang Dibutuhkan

Whats New
Sigma Cipta Utama Perkuat Bisnis 'Radio Trunking' untuk Industri Hulu Migas

Sigma Cipta Utama Perkuat Bisnis "Radio Trunking" untuk Industri Hulu Migas

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Dibuka Mulai 1-7 Desember

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Dibuka Mulai 1-7 Desember

Work Smart
Sri Mulyani Khawatir, Banyak Warga RI yang Menua tapi Tetap Miskin

Sri Mulyani Khawatir, Banyak Warga RI yang Menua tapi Tetap Miskin

Whats New
1 Kg Sama dengan Berapa Gram? Ini Hitungannya

1 Kg Sama dengan Berapa Gram? Ini Hitungannya

Whats New
DIlirik Investor, Pembangunan Zona 1B dan 1C IKN Nusantara Dipercepat

DIlirik Investor, Pembangunan Zona 1B dan 1C IKN Nusantara Dipercepat

Whats New
Kimia Farma Apotek Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Kimia Farma Apotek Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.