Sebentar Lagi, Es Krim hingga Sake Impor Kian Mahal

Kompas.com - 23/07/2015, 17:21 WIB
Peningkatan impor dapat menjadi parameter positif jika aliran barang yang masuk berupa barang modal dan bahan baku industri dalam negeri yang berorientasi ekspor, bukan impor barang konsumsi. ShutterstockPeningkatan impor dapat menjadi parameter positif jika aliran barang yang masuk berupa barang modal dan bahan baku industri dalam negeri yang berorientasi ekspor, bukan impor barang konsumsi.
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah barang kebutuhan sehari-hari yang berasal dari impor berpeluang makin mahal. Pasalnya, pemerintah menaikkan bea masuk (BM) produk-produk tersebut.

Pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro mengeluarkan kebijakan menaikkan bea masuk barang-barang impor, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 132/PMK.010/2015. Beleid ini merupakan perubahan ketiga atas PMK No. 213/PMK.011/2011 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor.

Sesuai bunyi Pasal 2 PMK 132/2015, peraturan menteri tersebut mulai berlaku setelah 14 hari terhitung sejak tanggal diundangkan. Dikutip dari laman resmi www.kemenkeu.go.id, PMK tersebut diundangkan pada  9 Juli 2015. Artinya, peraturan tersebut mulai berlaku hari ini Kamis (23/7/2015).

Berikut adalah beberapa barang yang mengalami kenaikan bea masuk, sebagaimana dikutip dari laman tersebut. Kopi digongseng atau dihilangkan kafeinnya maupun tidak, dikenakan bea masuk (BM) 20 persen. Teh diberi rasa maupun tidak, BM-nya 20 persen. Sosis dan produk semacamnya dari daging dikenakan BM 30 persen. Ikan diolah atau diawetkan, kaviar dan pengganti kaviar yang diolah dari telur ikan dikenakan BM 15 persen Pasta, dimasak atau diisi maupun tidak, seperti spaghetti, makaroni, mie, lasagna, dikenakan bea masuk 20 persen.

Kemudian, kembang gula (termasuk cokelat putih) tidak mengandung kakao dikenakan BM 20 persen, kecuali pastiles mengandung obat BM-nya 15 persen. Cokelat dan olahan makanan lainnya mengandung kakao dikenakan BM bervariasi 10 persen, 15 persen, dan 20 persen.

Lalu, roti, kue kering, dan biskuit dikenakan BM 20 persen. Es krim dan es lainnya yang dapat dimakan dan mengandung kakao maupun tidak dikenakan BM 15 persen. Minuman fermentasi dari buah anggur segar, termasuk minuman fermentasi yang diperkuat dikenakan BM 90 persen. Vermouth dan minuman lainnya dari buah anggur segar yang diberi rasa dengan zat nabati atau zat beraroma dikenakan BM 90 persen.

Selanjutnya, minuman fermentasi lain seperti sake, toddy, shandy dikenakan BM 90 persen. Etill alkohol yang tidak didenaturasi dengan kadar alkohol kurang dari 80 persen menurut volumenya seperti brandy, wiski, gin dan geneva, vodka, sopi manis dan cordial dikenakan BM 150 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Neraca Dagang RI Surplus 24 Bulan Berturut-turut

Neraca Dagang RI Surplus 24 Bulan Berturut-turut

Whats New
Menkop UKM Identifikasi Koperasi yang Memungkinkan Produksi Minyak Goreng

Menkop UKM Identifikasi Koperasi yang Memungkinkan Produksi Minyak Goreng

Whats New
Kalkulasi Peluang dan Risiko Investasi Tesla di Indonesia

Kalkulasi Peluang dan Risiko Investasi Tesla di Indonesia

Whats New
Lelang Rumah Murah di Medan dan Palembang, Nilai Limit di Bawah Rp 250 Juta

Lelang Rumah Murah di Medan dan Palembang, Nilai Limit di Bawah Rp 250 Juta

Spend Smart
Oscar Living Melantai di BEI, Harga Sahamnya Rp 100 Per Lembar

Oscar Living Melantai di BEI, Harga Sahamnya Rp 100 Per Lembar

Rilis
Kinerja Telkom Diprediksi Cerah hingga Akhir Tahun

Kinerja Telkom Diprediksi Cerah hingga Akhir Tahun

Rilis
Nasabah Bumiputera Bakal Demo 3 Hari, Sambangi DPR dan OJK

Nasabah Bumiputera Bakal Demo 3 Hari, Sambangi DPR dan OJK

Whats New
“R1Q2” Kode Tetap Tangguh dalam Ketidakpastian (Bagian 5 dari 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

“R1Q2” Kode Tetap Tangguh dalam Ketidakpastian (Bagian 5 dari 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

Smartpreneur
Saham Twitter Anjlok Lagi, Usai Elon Musk Sebut Ada Manipulasi Alogaritma

Saham Twitter Anjlok Lagi, Usai Elon Musk Sebut Ada Manipulasi Alogaritma

Whats New
Viral Video Unilever PHK Karyawan, Ini Kata Manajemen

Viral Video Unilever PHK Karyawan, Ini Kata Manajemen

Whats New
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang dengan Jaminan Sertifikat Tanah

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang dengan Jaminan Sertifikat Tanah

Spend Smart
 Luna Foundation Guard Lepas Rp 44 Triliun Bitcoin untuk Selamatkan Stablecoin UST

Luna Foundation Guard Lepas Rp 44 Triliun Bitcoin untuk Selamatkan Stablecoin UST

Whats New
Walau BPA Diumumkan, Nasabah AJB Bumiputera akan Tetap Lakukan Aksi 3 Hari

Walau BPA Diumumkan, Nasabah AJB Bumiputera akan Tetap Lakukan Aksi 3 Hari

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 7.000, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 7.000, Simak Rinciannya

Whats New
Semakin Tak Berharga, Terra LUNA Kini Diperdagangkan di Level Rp 2,6 Per Keping

Semakin Tak Berharga, Terra LUNA Kini Diperdagangkan di Level Rp 2,6 Per Keping

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.