Kompas.com - 30/07/2015, 09:51 WIB
Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Kementerian Perhubungan, Yuyun Wahyuningrum Kompas.com/Alsadad RudiDirektur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Kementerian Perhubungan, Yuyun Wahyuningrum
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com - Meski bertujuan mengusung perbaikan angkutan umum di Indonesia, Kementerian Perhubungan menyatakan program bus rapid transit (BRT) yang mereka rancang tidak boleh sampai mematikan angkutan-angkutan kota konvensional.

Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Kemenhub Yuyun Wahyuningrum mengatakan bahwa Perum Damri telah diminta ikut terlibat merancang rute-rute yang nantinya akan dioperasikan. Tujuannya agar rute yang disusun tidak menimbulkan permasalahan terhadap rute-rute angkutan kota konvensional.

"Damri diminta merapat ke pemerintah daerah untuk sama-sama menyusun trayek. Supaya nanti begitu disusun, angkot kecilnya ada solusi. Angkota kecilnya mau diapain? jangan dimatiin gitu aja dong. Mungkin dialihkan jadi feeder," kata Yuyun saat acara peresmian proyek perakitan 1.000 bus berstandar BRT di pabrik karoseri bus CV Laksana, Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2015).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Damri Agus Subrata mengatakan saat ini proses penyusunan rute-rute layanan BRT di 33 Ibu Kota Provinsi saat ini sedang dilakukan. Salah satunya di Yogyakarta.

"Di Jogja mereka mengatakan butuh 95 bus. Tapi harus diatur trayeknya di mana saja. Bagaimana dengan Trans Jogja yang sekarang. Kan harus diatur. Jangan sampai mematikan bus kota yang sudah ada, dan juga Damri yang sudah ada," ujar Agus.

Sebagai informasi, Kemenhub telah secara resmi memulai proyek perakitan 1.000 bus berstandar BRT. Perakitan 1.000 bus merupakan bagian dari program pengadaan 3.000 bus berstandar BRT yang akan berlangsung hingga 2019. Ribuan unit bus tersebut nantinya akan disebar ke 33 provinsi, kecuali DKI Jakarta.

Bus-bus yang akan dibagikan ke 33 provinsi itu nantinya akan dioperasikan oleh operator yang sama, yakni Perum Damri. Namun pengecualian diberikan untuk bus-bus yang akan beroperasi di area Jabodetabek. Karena bus untuk area ini akan dioperasikan oleh Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) sebagai layanan bus Transjabodetabek.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.