Kompas.com - 01/08/2015, 12:16 WIB
Dari kanan, Direktur Eksekutif Namarin Siswanto Rusdi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal di dalam diskusi Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.comDari kanan, Direktur Eksekutif Namarin Siswanto Rusdi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal di dalam diskusi "dwell time" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS. com – Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menginstruksikan seluruh pejabat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk tegas kepada seluruh pegawai semua sektor perhubungan, tak terkecuali di pelabuhan. Bahkan, Jonan mempersilahkan pihak kepolisian menangkap anak buahnya apabila diduga menerima suap terkait kasus waku inap barang (dwell time) di pelabuhan. “Pak Jonan sudah menginstruksikan harus keras dengan anak buah. kalau nakal, 'sikat',” ujar Direktur Angkutan Laut Kemenhub Wahyu Hidayat dalam acara talkshow Sindotrijaya di Jakarta, Sabtu (1/8/2015).

Wahyu yang sempat menjabat sebagai Kepala Otoritas Pelabuhan di 3 pelabuhan di Indonesia, mengungkapkan bahwa sikap tegas sangatlah penting untuk mencegah terjadinya praktik suap di pelabuhan. Apabila praktik haram itu terjadi, Kemenhub bisa langsung meminta pihak Kepolisian mengusutnya.

Sementara terkait kasus dugaan suap dwell time di Pelabuhan Tanjung Priok, Wahyu mengaku mendukung sepenuhnya kepolisian mengusut tuntas perkara tersebut. Kata dia, Menhub Jonan sudah mempersilakan polisi menggeledah Kanto Kemenhub apabila ada dugaan suap yang melibatkan pegawai Kemenhub. “Saya mendukung sepenuhnya kepolisian. Kalau perlu anak buah saya tangkap (jika terbukti  menerima suap),” kata dia.

Sebelumnya, kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan, dan menemukan dugaan tindak pidana penyuapan dan penerimaan gratifikasi pada manajemen satu atap di pelabuhan tersebut. Penyidik kemudian menggeledah Kantor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Selasa (28/7/2015).

Di tempat penggeledahan, polisi menangkap tangan pekerja harian lepas (PHL) Kemendag berinisial MU yang tengah bertransaksi dengan seorang calo berinisial ME. Pada saat itu juga, penyidik menetapkan MU, ME, dan Kepala Subdirektorat Kemendag berinisial IM sebagai tersangka. IM hingga saat ini diketahui masih berada di luar negeri. Belakangan, polisi menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Partogi Pangaribuan sebagai tersangka.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.