Pemerintah Didesak Keluarkan Kebijakan Peningkatan Konsumsi BBN untuk Industri Otomotif

Kompas.com - 02/08/2015, 11:27 WIB
Bus biodiesel yang digunakan sebagai transportasi umum bagi para peserta dan delegasi APEC 2013 di Bali diluncurkan pengunaannya di Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013). Bus berbahan bakar minyak nabati ini diklaim ramah lingkungan. KOMPAS / HERU SRI KUMOROBus biodiesel yang digunakan sebagai transportasi umum bagi para peserta dan delegasi APEC 2013 di Bali diluncurkan pengunaannya di Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013). Bus berbahan bakar minyak nabati ini diklaim ramah lingkungan.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -  Ketua Advokasi dan Kebijakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tungkot Sipayung meminta pemerintah segera membuat kebijakan peningkatan konsumsi di industri otomotif. Ia mengatakan kebijakan tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan konsumsi biodiesel di dalam negeri terutama sektor otomotif yang baru mencapi 15 persen kandungannya.

“Pemerintah harus secepatnya keluarkan kebijakan yang mewajibkan para pelaku industri otomotif harus bisa meningkatkan penggunaan biodiesel atau BBN untuk mengurangi konsumsi BBM fosil. Saat ini kan sudah mau dinaikkan menjadi 20 persen tapi itu saja masih kurang penyerapannya,” kata Tungkot di Jakarta dalam siaran pers yang diterima Kompas.com akhir pekan ini.

Tungkot menegaskan pasokan bahan baku dan produksi BBN Indonesia yang sangat melimpah. Peningkatan ini bisa untuk mengurangi emisi atau gas buang di kendaraan. “Penggunaan biodiesel ini bisa mengurangi emisi atau gas buang hingga 60 persen. Kalau ini ditingkatkan bukan tidak mungkin udara di Indonesia menjadi sangat bersih,” tambahnya.

Konsumsi biodiesel Indonesia saat ini baru mencapai 6 juta ton dinilai masih terlalu kecil dibandingkan dengan konsumsi bahan bakar fosil yang mencapai 35 juta ton. Itu pun, menurut dia, sebagian besar dikonsumsi untuk keperluan mesin pabrik.

Pemerintah sendiri saat ini tengah menyiapkan peningkatan penggunaan biodiesel dari 15 persen menjadi 20 persen untuk industri otomotif. “Penelitiannya sedang dilakukan kita berharap secepatnya bisa selesai sehingga dapat digunakan lalu ditingkatkan hingga 50 persen,” katanya.

Sementara mengenai sertifikasi hijau seperti yang diharapkan kalangan pengusaha, Tungkon menegaskan hasil uji coba terhadap penelitian biodiesel tersebut sudah cukup menjadi modal bagi para pelaku industri biodiesel atau otomotif.

“ Yang jelas untuk produksi bio diesel sudah ada spesifikasi seperti apa. Sekarang yang perlu didorong adalah bagaimana kalangan pelaku industri otomotif mau menyerap BBN itu sendiri,” lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemberian sertifikat hijau ini membutuhkan persiapan yang panjang karena melibatkan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan lainnya. Karena itu, perlu ada kesepahaman antar kementerian dalam melihat pengembangan biodiesel ini dalam kerangka membangun kemandirian energi nasional.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.