OJK: Seorang Pimpinan Lembaga Negara Jadi Korban Investasi Bodong

Kompas.com - 08/08/2015, 14:41 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorBambang Priyo Jatmiko

BANDUNG, KOMPAS.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, ada seorang pimpinan lembaga negara yang menjadi korban investasi "bodong" karena tergiur oleh keuntungan yang ditawarkan.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Firdaus Djaelani mengatakan, korban investasi bodong itu bukanlah orang yang sama sekali tak berpendidikan, justru banyak orang berpendidikan yang akhirnya ikut terjerumus.

"Seperti seorang ketua di sebuah lembaga negara, itu ada yang menjadi korban investasi bodong. Dia orang yang berpendidikan, namun terkena juga menjadi korban," ujarnya dalam acara Focus Group Discussion bersama media, Sabtu (8/8/2015).

Namun, dia tak mau menyebutkan identitas pejabat negara yang jadi korban investasi bodong tersebut.

Untuk itu, OJK dalam waktu dekat ini sedang menyiapkan rancangan UU yang berisi aturan mengenai investasi yang berskema piramida. Dalam aturan tersebut, pelaku investasi bodong akan dijerat secara pidana.

"Kami sudah berdiskusi dengan DPR mengenai RUU ini dan saat ini sedang kami persiapkan," jelasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.