Kompas.com - 09/08/2015, 12:26 WIB
EditorBayu Galih

BANDUNG, KOMPAS.com - Tumbuh suburnya tawaran investasi bodong kian meresahkan masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun berencana melakukan pendekatan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas persoalan ini.

Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono mengungkapkan keinginannya untuk berdiskusi dengan MUI.

OJK ingin meminta pandangan MUI terkait beredarnya investasi bodong yang tak pernah punah. Menurut dia, persoalan investasi bodong sangat pelik karena selama ini pelaku belum dapat dikenakan ancaman pidana. Sejauh ini pelaku hanya dijerat pasal penipuan.

"Ada kemungkinan MoU dengan MUI. Kami ingin mempertanyakan ini (investasi bodong) bagaimana hukumnya, apakah haram atau bagaimana," ujar Tituk, sapaan Kusumaningtuti, kemarin, seperti dikutip dari Kontan, Minggu (9/8/2015).

OJK mengaku sangat prihatin dengan penyebarluasan informasi berupa promosi investasi bodong. Sebab, perusahaan investasi tersebut secara gencar beriklan melalui penawaran terbuka di hotel-hotel serta di pusat perbelanjaan.

Terakhir, OJK memantau promosi terang-terangan ini dilakukan Dream for Freedom (Dream 4 Freedom). (Dina Farisah)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.