Kompas.com - 09/08/2015, 18:21 WIB
|
EditorErlangga Djumena

HONGKONG, KOMPAS.com - Industri kreatif merupakan salah satu sektor industri yang berkembang pesat belakangan ini. Banyak dukungan dan program yang dijalankan pemerintah untuk mengembangkan industri tersebut.

Sektor industri kreatif yang berkembang di Hongkong antara lain adalah film, televisi, musik, desain, arsitektur, komik, dan animasi serta hiburan digital.  “Saat ini, industri kreatif menyumbangkan 5,1 persen dalam produk domestik bruto Hongkong sekitar 51 miliar dollar Hongkong pada tahun 2015,” jelas Wellington Fung Assistant Head of Creative Hongkong di Hongkong pekan ini.

Pemerintah juga mendukung anak-anak muda kreatif dengan memberikan berbagai dukungan. Sebuah rumah susun polisi, Police Marriage Quarter (PMQ) yang sudah 10 tahun telantar digunakan untuk menampung para desainer muda. Mereka dapat membuka toko dan workshop di situ dengan harga sewa yang sangat murah.

Selain itu, dibuat pula Comix Home Base (CHB) di Mallory Street. Di gedung tua yang dibangun pada tahun 1910an  ini, komunitas  komik dan animasi Hongkong bertemu.  Lokasinya di Wanchai juga unik, tokoh komik Hongkong Tony Wong Yuklong dan Seung-gun Siu-bo tumbuh dewasa di distrik ini.

Tidak hanya tempat, pemerintah Hongkong juga mengucurkan banyak dana untuk industri kreatif. Badan yang khusus mengurus perkembangan industri kreatif, Creative Hongkong dibentuk pada tahun 2009. Dana-dana juga dikucurkan untuk menopang anak-anak muda untuk berkreasi.

CreativeSmart Initiative didirikan pada Juni 2009 untuk memberikan dukungan finansial. Dana awal sebesar 300 juta dollar AS. Dari tahun ke tahun, dana ini terus bertambah.

Selain itu, ada juga dana yang khusus ditujukan bagi mereka yang bergerak pada bidang perfilman. Dana sebesar 300 juta dollar AS dikucurkan ke dalam Film Development Fund pada Juli 2007. Dana ini dapat digunakan sebagai dana investasi untuk membuat film. Hingga akhir September 2014, ada 48 aplikasi yang masuk untuk mendapatkan modal, dengan dana sebesar 325,84 juta dollar AS.
 
Anak-anak muda kreatif itu terus mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk berkembang dengan rencana yang jelas, tidak sekadar membentuk badan penunjang industri kreatif yang tidak memiliki peta jalan seperti apa industri itu akan dikembangkan. Mungkin kita dapat belajar dari Hongkong.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Rilis
Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Whats New
Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Whats New
KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

Whats New
Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Whats New
Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Whats New
Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Whats New
Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Rilis
BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

Whats New
Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Whats New
Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Rilis
Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Rilis
Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Whats New
Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.