Wakil Wali Kota Salatiga Ingatkan Penerima Bantuan IKM

Kompas.com - 11/08/2015, 20:56 WIB
Salah satu pusat kawasan perekonomian dengan pasar dan pertokoan di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (14/4). Kota Salatiga dengan luas 56,78 kilometer persegi berkembang sebagai pusat pendidikan, perdagangan, dan transit wisatawan. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASASalah satu pusat kawasan perekonomian dengan pasar dan pertokoan di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (14/4). Kota Salatiga dengan luas 56,78 kilometer persegi berkembang sebagai pusat pendidikan, perdagangan, dan transit wisatawan.
|
EditorJosephus Primus

SALATIGA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Salatiga Muhammad Haris mewanti-wanti warga agar bantuan peralatan produksi industri kecil menengah (IKM)  dimanfaatkan dengan benar. Bantuan bagi para pedagang dan pelaku usaha mikro tersebut berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)  2015. "Kompresor dan kompornya jangan dijual nggih? Manfaatkan bantuan dari Disperindagkop dan UMKM ini dengan baik. Gunakan peralatan tersebut untuk meningkatkan kinerja bapak ibu semua agar kerja lebih mudah dan cepat, untung pun jadi banyak," kata Haris, saat menyerahkan bantuan secara  simbolis di ruang sidang II Pemkot Salatiga, Selasa (11/8/2015).

Menurut Haris, penerima DBHCHT 2015 sebanyak 119 pengusaha kecil yang menjalankan bisnis dan tersebar di wilayah kota Salatiga. Diharapkan dengan bantuan ini usaha mereka menjadi lebih maju sehingga bisa meningkatkan traf hidup keluarganya.

Senada dengan Haris, Kepala Disperindagkkop dan UMKM Salatiga, Muthoin menegaskan, jika ada bantuan yang pindah tangan, para penerima akan berurusan dengan pihak berwajib. "Bantuan ini berasal dari uang negara sehingga ada pertanggungjawabannya. Mungkin beberapa bulan ke depan akan dicek dari provinsi atau dari pusat, apakah sudah diterima dan dimanfaatkan dengan benar," jelas Muthoin.

Muthoin juga berpesan agar warga tidak iri dengan bantuan yang diterima oleh teman mereka. Pemberian bantuan peralatan untuk pengusaha mikro tersebut sebelumnya didahului dengan pengajuan proposal. Selanjutnya dilakukan peenelitian hingga pengecekan dilapangan. "Bapak ibu adalah termasuk yang beruntung, karena dari banyak proposal kami menganggap bapak ibu semua yang betul-betul menekuni usaha Tapi bapak ibu juga jangan iri kepada rekan yang mendapatkan bantuan yang lebih besar karena semua berdasar proposal bantuan sesuai dengan kebutuhan usaha," ungkap Muthoin.

Salah satu warga penerima bantuan, Jaitun (65) dari Ngawen mengaku senang mendapatkan bantuan tersebut meski belum tahu bentuknya. Nenek enam cucu ini menekuni usaha berjualan lothek, gorengan, dan nasi sejak satu tahun lalu. Ia bersama teman-teman yang terkelompok dalam kelompak usaha gorengan mengajukan bantuan pembelian kompor, kuali, panci, wajan, dandang dan peralatan dapur lainnya. "Semoga semua dikabulkan," ujar Jaitun.

Slamet Budi Santoso (49) warga dari Ngawen juga mengaku senang meski baru pertama kali mendapat bantuan ini. "Saya memiliki usaha mie ayam dan nasi goreng, dulu yang saya ajukan lewat kelompok adalah kompor, dandang dan peralatan berjualan lainnya," tutur pria yang telah menekuni usaha selama tiga tahun ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.