Kembali Turun, Harga Minyah Mentah Sentuh Rekor Terendah 6 Tahun

Kompas.com - 14/08/2015, 08:02 WIB
EditorErlangga Djumena
NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak AS jatuh ke tingkat terendah baru dalam enam tahun pada Kamis (13/8/2015) waktu setempat (Jumat pagi WIB), di tengah bertahannya kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun 1,07 dollar AS menjadi ditutup pada 42,23 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange, tingkat terendah sejak Maret 2009.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman September, merosot 44 sen menjadi menetap di 49,22 dollar AS per barrel di perdagangan London.

Pasar minyak telah naik dan turun pekan ini, karena kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok meningkat setelah Beijing mengejutkan pasar dengan mendevaluasi mata uang yuan.

"Pasar terus berputar-putar di bawah fundamental yang sangat lemah," kata Gene McGillian, pialang dan analis di Tradition Energy.

McGillian mengatakan ada potensi penurunan lebih lanjut harga minyak, tetapi penguatan permintaan AS untuk produk minyak bumi bisa membantu menahan pasar dari penurunan lebih jauh.

Persediaan bensin AS turun 1,3 juta barrel dalam pekan yang berakhir 6 Agustus menurut Departemen Energi AS (DoE). "Jelas permintaan di AS bertahan cukup baik dan ini adalah bullish," kata James Williams, analis pasar di WTRG.

"Tapi ketika Anda mulai melihat seluruh dunia, dan Anda menempatkan semua angka bersama-sama, kita kelebihan pasokan sebesar dua sampai tiga juta barrel per hari, dan itu jumlah sulit untuk mendukung setiap pasar," tambah dia.

Produksi minyak mentah dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meningkat 101.000 barrel per hari menjadi rata-rata 31,51 juta barrel per hari pada Juli, menurutlaporan pasar minyak bulanan OPEC yang dirilis Selasa.

Iran dan enam negara besar dunia telah mengadopsi kesepakatan tentang masalah nuklir Iran. Para pedagang khawatir akan lebih banyak minyak mentah Iran datang ke pasar minyak sudah kelebihan persediaan.

OPEC mempertahankan kuota produksi 30 juta barel per hari pada pertemuan Juni. Produksi kartel menyumbang sekitar 40 persen dari produksi minyak mentah global.

Dollar AS juga menguat pada Kamis didukung data ekonomi positif. Sebuah penguatan greenback membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dollar AS lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.