Harga Minyak Mentah Jatuh ke Level Terendah 6,5 Tahun

Kompas.com - 18/08/2015, 07:17 WIB
EditorErlangga Djumena
NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah dunia kembali jatuh pada perdagangan Senin (17/8/2015) waktu setempat (Selasa pagi WIB).  Penurunan ini karena para pedagang memperkirakan produksi minyak AS akan tetap kuat, menambah pasokan global yang berlimpah.

Patokan AS minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September berakhir di 41,87 per barrel, turun 63 sen dari penutupan Jumat lalu.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober, turun 45 sen menjadi di 48,74 dollar AS per barrel di hari pertama perdagangan kontrak Oktober.

"Harga minyak memulai pekan perdagangan baru dengan kerugian lebih lanjut setelah berakhir turun pada pekan lalu untuk minggu ketujuh berturut-turut -- kemerosotan beruntun terpanjang sejak awal tahun," kata analis Commerzbank dalam catatan penelitiannya.

Kontrak WTI telah kehilangan lebih dari 30 persen dalam dua bulan terakhir, membawanya ke tingkat terendah dalam enam setengah tahun.

WTI berada di bawah tekanan setelah data Baker Hughes pada Jumat lalu menunjukkan bahwa jumlah rig pengeboran minyak AS meningkat selama pekan lalu, kenaikan keenam dalam tujuh minggu terakhir.

Phil Flynn dari Price Futures Group mengatakan peningkatan jumlah rig mendorong kekhawatiran bahwa produksi AS tidak akan turun.

Menurut laporan yang dirilis oleh Goldman Sachs, pasokan global saat kelebihan dua juta barrel per hari.

Para pedagang juga mengantisipasi lebih banyak minyak mentah Iran akan masuk ke pasar minyak yang sudah kelebihan pasokan karena sanksi terhadap negara itu akan dicabut.

Tim Evans dari Citi Futures mencatat bahwa dollar AS menguat, setelah Jepang pada Senin melaporkan bahwa ekonominya mengalami kontraksi pada kuartal kedua, telah sangat berkontribusi di pasar.

Data ekonomi suram dari Jepang menyeret pasar turun. Produk domestik bruto Jepang menyusut secara tahunan 1,6 persen pada kuartal kedua 2015, kontraksi pertama kalinya dalam tiga kuartal, data pemerintah menunjukkan.

Penguatan dollar AS membuat minyak mentah yang dihargakan dalam mata uang AS itu relatif lebih mahal, sehingga cenderung mengurangi permintaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP/ANTARA


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.