Kompas.com - 18/08/2015, 20:31 WIB
Sapi dari berbagai wilayah di Jawa Tengah digemukkan di salah satu sentra sapi potong, di Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah seperti nampak pada Senin (11/2/2013). Meskipun kuota impor sapi potong dan daging sapi naik, target produksi sapi potong di Kabupaten Boyolali tetap, yaitu meningkat 10 persen pada tahun 2013 dari total populasi sapi sebanyak 88.000 ekor. 

KOMPAS/AMANDA PUTRISapi dari berbagai wilayah di Jawa Tengah digemukkan di salah satu sentra sapi potong, di Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah seperti nampak pada Senin (11/2/2013). Meskipun kuota impor sapi potong dan daging sapi naik, target produksi sapi potong di Kabupaten Boyolali tetap, yaitu meningkat 10 persen pada tahun 2013 dari total populasi sapi sebanyak 88.000 ekor.
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian telah berdiskusi terkait mahalnya harga daging sapi beberapa pekan terakhir. Hasilnya pemerintah berencana untuk memberikan izin impor sapi sebanyak 200.000 hingga 300.000 ekor, pada kuartal-IV 2015. "Berdasarkan hasil pembicaraan Kemendag dan Kementan akan ada impor 200.000-300.000 ekor sapi," ungkap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Karyanto Supri, ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta (18/8/2015).

Mengenai jenis sapi yang diimpor, apakah sapi bakalan ataupun sapi siap potong, Karyanto mengatakan, masalah teknisnya sedang dibicarakan dengan kementerian terkait. "(Tapi) Ya yang paling gampang, ideal sapi siap potong," ucap Karyanto.

Lebih lanjut dia bilang, pemerintah saat ini masih melihat perkembangan di pasar, apakah izin yang diberikan ke Perum Bulog mampu menyetabilkan harga daging sapi. "Untuk Bulog baru dua minggu keluarnya, tunggu proses dulu pengapalan baru dua minggu ke depan datang sapi-sapinya. Lebih jelasnya tanyakan ke Bulog," jelas Karyanto.

Berdasarkan Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Indonesia saat ini baru bisa mengimpor sapi siap potong dari negara yang bebas penyakit mulut dan kuku (PMK), yaitu Australia dan Selandia Baru. "Bisa dari tempat lain tapi kita mesti punya pulau karantina," pungkas Karyanto.

Sebelumnya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, rencana pemerintah untuk membuka keran impor sapi lebih besar di kuartal-IV adalah untuk memberikan kerugian financial kepada para penimbun. "Karena ketika kita guyur ke pasar, harga akan anjlok dan yang timbun itu akan mengalami kerugian finansial cukup berat. Jadi, itu sementara ini pembicaraan kita," tegas pria yang akrab disapa Tom itu, Selasa.

Sekadar informasi, usai lebaran harga daging sapi bukannya stabil cenderung turun, namun justru meroket. Di Jabodetabek, harga daging sapi menyentuh Rp 120.000 per kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.