Bursa Terpuruk, Harta Miliarder Dunia Susut Ribuan Triliun Rupiah

Kompas.com - 24/08/2015, 10:42 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorErlangga Djumena

NEW YORK, KOMPAS.com - Raut wajah ratusan miliarder dunia muram. Gejolak pasar finansial global sontak menggerus kekayaan orang-orang super kaya dunia. Pekan ini harta 400 miliarder terkaya lenyap hingga sebesar 182 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.548 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS).

Devaluasi yuan, harga minyak mentah yang anjlok, dan data manufaktur Amerika Serikat (AS) yang memburuk memicu kejatuhan bursa global. Alhasil, harta 400 miliarder di jajaran Bloomberg Billionaires Index tergerus.

Sejumlah miliarder tersohor mengalami kerugian telak dalam sepekan terakhir termasuk investor Warren Buffett. Sepekan kemarin, kekayaan Buffett lenyap 3,6 miliar dollar AS menjadi 63,4 miliar dollar AS, lantaran saham perusahaan miliknya, Berkshire Hathaway Inc., anjlok lebih dari 5 persen.

Amblesnya harga minyak mentah ke bawah level 40 dollar AS per barrel turut membakar aset miliarder di sektor energi hingga sebesar 15,2 miliar dollar AS hanya dalam sepekan. Orang paling tajir dunia di sektor energi, Harold Hamm, kehilangan harta 895 juta dollar AS atau 9 persen dari total kekayaannya.

Ivan Glasenberg, CEO Glencore Plc., ikut mengalami penyusutan harta sebesar 237 juta dollar AS dalam sepekan. Saham Glencore anjlok lebih dari 8 persen di bursa London dalam tujuh hari terakhir, dipicu pengumuman laba Glencore yang turun 56 persen di semester satu.

Miliarder China pun mengalami mimpi buruk. Aksi panik jual di bursa Negeri Tembok Raksasa menyusutkan harta 26 miliarder China hingga 18,8 miliar dollar AS. Penurunan harta terbesar menimpa Wang Jianlin, pendiri Dalian Wanda Commercial Properties yang kehilangan 3,5 miliar dollar AS.

“Sepekan terakhir memang sangat buruk. Tapi, jika melihat jauh ke belakang, pekan ini bukanlah musibah besar," ujar John Collins, Direktur Aspiriant, seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (22/8/2015).

Tidak tumbuh

Jika dihitung dari akhir tahun lalu (year to date), harta 400 miliarder terkaya tidak tumbuh, malah  minus 74 miliar dollar AS menjadi 3,98 triliun dollar AS. Di peringkat 10 besar miliarder, harta Carlos Slim yang tergerus paling dalam. Ketimbang akhir Desember 2014, harta raja telekomunikasi asal Meksiko ini susut 19,1 persen atau 13,9 miliar dollar AS menjadi 58,7 miliar dollar AS. Disusul kekayaan Buffet yang menguap 14,1 persen atau 10,4 miliar dollar AS pada periode sama.

Harta miliarder paling kaya, Bill Gates, pun terguncang gejolak bursa global. Kekayaan Gates tergerus 4,9 persen atau 4,2 miliar dollar AS. Namun, dari 400 miliarder tersebut masih ada 11 orang tetap menambah hartanya saat pasar finansial rontok. Salah satunya adalah miliarder Dilip Shanghvi, pendiri Sun Pharmaceuticals, yang hartanya bertambah 467 juta dollar AS. Penguatan dollar AS menambah harta Shangvi jadi 18,9 miliar dollar AS. (Dessy Rosalina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.