Dua Menteri Kunjungi "Smelter" Stainless Steel Pertama di Indonesia

Kompas.com - 24/08/2015, 23:12 WIB
Menteri Perindustrian Saleh Husin Indra Akuntono/KOMPAS.comMenteri Perindustrian Saleh Husin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengunjungi pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel milik PT Sulawesi Mining Investment (SMI) di Morowali, Sulawesi Tengah, pada Minggu (23/8/2015).

Menteri Perindustrian Saleh Husin melalui keterangan resminya menuturkan, smelter milik kongsi Bintang Delapan Group dengan perusahaan asal Tiongkok, Tsingshan Group tersebut merupakan smelter stainless steel pertama di Indonesia.

“Ini merupakan industri mineral mulai dari bijih nikel atau ore sampai stainless steel pertama di Indonesia. Ke depan akan terus dikembangkan sampai produk akhir,” kata Saleh.

Saleh mengatakan, smelter tersebut memberikan nilai tambah dari kegiatan hilirisasi tambang. Perhitungannya, harga bijih nikel mentah sebesar 30 dollar AS per metrik ton. Jika diolah menjadi bahan setengah jadi (pig iron), maka harga jualnya menjadi 1.300 dollar AS per metrik ton.

“Nah kalau sudah menjadi stainless steel harganya 2.800 dollar AS per metrik ton. Berapa kali lipat jika dibanding hanya berupa bahan mentah? 70 kali!” ucap Saleh.

Proyek smelter SMI tahap pertama diresmikan Presiden Joko Widodo, Mei lalu dengan investasi mencapai 635,57 juta dollar AS. Smelter tahap pertama berkapasitas produksi 300.000 ton per tahun dengan didukung PLTU berkapasitas 2 x 65 megawatt (MW).

Saat ini pembangunan smelter sudah masuk tahap kedua, dengan nilai investasi sebesar 1,04 miliar dollar AS. Kapasitas smelter tahap kedua sebesar 600.000 ton, dengan dukungan PLTU sebesar 2 x 150 MW. “Diharapkan selesai Desember tahun ini,” ucap Saleh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut dia menuturkan, pembangunan pabrik tahap ketiga ditargetkan memiliki kapasitas 300.000 ton, dengan dukungan PLTU sebesar 300 MW. Direncanakan, smelter dengan nilai investasi mencapai 820 juta dollar AS ini bisa rampung pada akhir 2017.

“Ke depannya, dengan proyeksi terbangunnya Pabrik Stainless Steel berkapasitas 2 juta mtpa (million tons per annum) di tahun 2019 dan berkembangnya industri-industri hilir lainnya, maka diperkirakan di Kawasan Industri Morowali Tsingshan ini akan terserap sekitar 80.000 tenaga kerja,” ujar Saleh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.