Kompas.com - 25/08/2015, 05:15 WIB
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo KOMPAS/HERU SRI KUMORO Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengatakan, cara pelemahan mata uang nasional atau devaluasi adalah bukan salah satu cara terbaik bagi Indonesia.

"Tren pelemahan mata uang di negara lain, belum tentu berhasil di Indonesia. Karena Indonesia juga masih tergantung pada ekspor dan impor primer," kata Agus D.W Martowardojo di Gedung Nusantara I, Komplek DPR, Jakarta, Senin (24/8/2015).

Agus menjelaskan, kebijakan devaluasi bisa diterapkan pada negara-negara yang berbasis ekonomi pengolahan produksi atau negara penghasil sumber daya alam beserta pengolahan turunannya.

Sedangkan Indonesia saat ini dinilai masih memiliki rasio 50 berbanding 50 dalam hal produksi. Bahkan untuk kebutuhan primer, Indonesia masih bergantung pada sektor ekspor dan impor, karena sumber daya alam masih berupa mentahan yang diekspor.

"Ketika sumber daya alam kita hanya masih menjual mentahan, serta masih banyak bergantung impor, kebijakan devaluasi kurang berpengaruh positif bagi negara," kata Agus.

Sebelumnya, Bank sentral Tiongkok (PBoC) mendevaluasi mata uang yuan pada sebesar hampir dua persen terhadap dolar AS, karena pihak berwenang mengatakan mereka berusaha untuk mendorong reformasi pasar.

Langkah dramatis itu mengejutkan pasar dan menyebabkan gelombang penjualan di bursa saham AS dan Eropa, serta di banyak bursa komoditas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Bank sentral Vietnam juga telah memutuskan memperlebar batas perdagangan untuk transaksi antar bank mata uang Vietnam dong terhadap dolar AS dari dua persen menjadi tiga persen.

State Bank of Vietnam (SBV), bank sentral negara itu, juga mengumumkan menaikkan rata-rata nilai tukar antar bank sebesar satu persen, dari 21.673 dong per dolar AS menjadi 21.890 dong per dolar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapore FinTech Festival 2021 Akan Digelar Bulan Depan

Singapore FinTech Festival 2021 Akan Digelar Bulan Depan

Rilis
Minat Buka Bisnis SPKLU Bareng PLN? Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Minat Buka Bisnis SPKLU Bareng PLN? Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Whats New
Holding Ultramikro Terbentuk, BRI Upayakan Penurunan Beban Bunga PNM dan Pegadaian

Holding Ultramikro Terbentuk, BRI Upayakan Penurunan Beban Bunga PNM dan Pegadaian

Whats New
Mengenal Modus Kejahatan SIM Swap dan Cara Menghindarinya

Mengenal Modus Kejahatan SIM Swap dan Cara Menghindarinya

Whats New
AP I dan GMF Teken Nota Kesepahaman untuk Kelola Lahan di Bandara Hasanuddin

AP I dan GMF Teken Nota Kesepahaman untuk Kelola Lahan di Bandara Hasanuddin

Rilis
Hingga September 2021, Pendapatan PLN Naik 4,7 Persen

Hingga September 2021, Pendapatan PLN Naik 4,7 Persen

Whats New
Kepala BKPM Sebut Realisasi Investasi di Luar Jawa Melaju Lebih Kencang

Kepala BKPM Sebut Realisasi Investasi di Luar Jawa Melaju Lebih Kencang

Whats New
Mendag: Produk Isopropyl Alcohol Indonesia Siap Bersaing di Negeri Bollywood

Mendag: Produk Isopropyl Alcohol Indonesia Siap Bersaing di Negeri Bollywood

Rilis
Apa Itu Suspend, Trading Halt, dan Auto Reject pada Investasi Saham?

Apa Itu Suspend, Trading Halt, dan Auto Reject pada Investasi Saham?

Spend Smart
Buka-bukaan Dirut Garuda Indonesia soal Isu Bakal Diganti Pelita Air

Buka-bukaan Dirut Garuda Indonesia soal Isu Bakal Diganti Pelita Air

Whats New
Tax Holiday Akan Berbenturan dengan Pajak Global Minimum, Apa Strategi Pemerintah?

Tax Holiday Akan Berbenturan dengan Pajak Global Minimum, Apa Strategi Pemerintah?

Whats New
LPS: Kami Hindari Keterlambatan Penurunan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS: Kami Hindari Keterlambatan Penurunan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Lewat BLFC, Bayer Berupaya Cetak Wirausahawan Desa

Lewat BLFC, Bayer Berupaya Cetak Wirausahawan Desa

Smartpreneur
Disebut Liburan Keluarga ke New York Pakai Fasilitas Kantor, Dirut Garuda Dilaporkan ke Erick Thohir

Disebut Liburan Keluarga ke New York Pakai Fasilitas Kantor, Dirut Garuda Dilaporkan ke Erick Thohir

Whats New
Standard Chartered Gandeng Kredivo untuk Salurkan Kredit

Standard Chartered Gandeng Kredivo untuk Salurkan Kredit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.