Kompas.com - 27/08/2015, 09:51 WIB
Sebuah kereta api cepat China memasuki stasiun Provinsi Hebei. Pekan depan China mengoperasikan rute kereta cepat Beijing-Guangzhou sejauh 2.298 km yang akan ditempuh dalam waktu haya delapan jam. ED Jones / AFPSebuah kereta api cepat China memasuki stasiun Provinsi Hebei. Pekan depan China mengoperasikan rute kereta cepat Beijing-Guangzhou sejauh 2.298 km yang akan ditempuh dalam waktu haya delapan jam.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Di luar dugaan pemerintah, cerita tentang proyek kereta cepat alias high speed railway (HSR) Jakarta–Bandung meluap ke mana-mana. Tak terbendung. Seolah-olah proyek ini akan terlaksana dalam waktu dekat.

Proyek senilai 6,7 miliar dollar AS ini pun seperti kereta yang tergelincir dari rel, bergerak tanpa kendali. Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli berujar, proyek ini sarat permainan. Kata dia, ada pihak tertentu di balik pejabat yang ingin mengambil keuntungan bisnis.

Faktanya, proyek HSR memang terdapat di dalam road map pengembangan jalur kereta api, yaitu Jakarta–Bandung 140 kilometer (km) dan Jakarta–Surabaya sepanjang 700 km. Fakta lainnya, memang ada yang janggal dengan proyek ini, terutama kemunculan China yang muncul secara tiba-tiba.

Mendadak China
Sumber yang terlibat dalam pengerjaan proyek HSR menuturkan, kehadiran China muncul berkat Rini Soemarno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Rini menyampaikan ke pihak China bahkan tanpa sepengetahuan menteri lainnya,” ujar sumber Kontan.

Rini tak mengingkari bahwa dirinya yang mendorong China masuk dan bekerjasama dengan konsorsium pimpinan PT Wijaya Karya Tbk. “Itu BUMN yang menjadi perusahaan di bawah Kementerian BUMN,” ujarnya.

Yang Yong, General Manager Asia China Railway Corporation pun menegaskan, BUMN Indonesia minta China menggelar studi kelayakan. “Tak ada permintaan dari pemerintah Indonesia. Permintaan datang dari BUMN Indonesia,” kata Yang.

Yang juga menegaskan, bukan China atau pihak Jepang yang mengajukan proposal. Pihak Indonesia meminta BUMN China mengadakan studi kelayakan karena pemerintah Indonesia ingin memiliki kereta cepat. “Maka, tidak ada yang namanya beauty contest,” tutur dia.

Minister Kedutaan Jepang di Indonesia Kijima Yoshiko juga berpendapatan senada. Tiga tahun lalu, ujar dia, pemerintah Indonesia datang ke Jepang meminta pemerintah Negeri Sakura melakukan studi kelayakan untuk proyek kereta cepat. “Dua tahun terakhir kami terus membahas tentang proyek ini. Namun tiba-tiba muncul China. Saya juga tidak tahu kenapa,” imbuh Kijima.

China dan Jepang memang terkesan saling bersaing dengan laporan hasil studi kelayakan yang disampaikannya ke Indonesia. Keduanya, menurut pejabat Indonesia yang enggan disebut namanya, sempat mengubah kajian, terutama skema pembiayaan proyek. Namun, Rini menampik kabar itu. “Tidak, laporan baru sekali diberikan,” ujar Rini ke Kontan, Kamis (20/8/2015).

Apa pun itu, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung adalah rencana pemerintah. Pertanyaannya, seberapa besar keberadaan kereta cepat memenuhi kebutuhan masyarakat di kedua kota? Apalagi, harga tiketnya sekitar Rp 200.000 per orang. Lebih mahal dari tiket bus, travel, atau mobil pribadi.

Nah, jika tak laku dan default, pemerintah juga yang bakal menanggung akibatnya, bukan? Terlebih lagi jika pernyataan Rizal itu benar. Ter–la–lu, kata Rhoma Irama. (Andri Indradie, Silvana Maya Pratiwi , Tedy Gumilar)

baca juga: Akhir Agustus, Jokowi Akan Putuskan Pemenang Proyek Kereta Cepat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.