Kompas.com - 31/08/2015, 14:33 WIB
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com -  Gelombang panas El Nino sepanjang tahun ini di Indonesia ikut melanda Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Pada pekan lalu, setidaknya, hawa panas begitu menyengat di kawasan alun-alun Pangkalan Balai, ibu kota Banyuasin. Kala itu, sedang ada pergelaran Pameran Potensi Desa 2015 sejak Kamis (27/8/2015)  hingga Minggu (30/8/2015). "Iya, ini memang dampak El Nino," kata Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dalam kesempatan itu.

Mari sedikit menengok catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada pertengahan Juni 2015. Badan itu mengatakan El Nino kemungkinan besar berlangsung hingga September. Itu berarti, hawa panas yang menjadi biang keladi berkurangnya debit air di berbagai sumber mata air bakal bercokol lebih lama ketimbang musim kemarau normal di Tanah Air.

Lantaran fenomena alam itulah, ada potensi ancaman kekeringan yang berujung pada kondisi gagal panen mulai dari padi, jagung, hingga kedelai berikut komoditas-komoditas lainnya. Hal yang sama, imbuh Yan Anton, juga melanda Banyuasin.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.