Tahun Depan, ADB Berikan Plafon Pendanaan 2,2 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 03/09/2015, 17:53 WIB
Wakil Presiden ADB Bambang Susantono (kanan) di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (3/9/2015).
Icha RastikaWakil Presiden ADB Bambang Susantono (kanan) di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (3/9/2015).
Penulis Icha Rastika
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Asia (ADB) memberikan plafon pendanaan 2,2 miliar dollar AS atau kurang lebih Rp 30 triliun kepada pemerintah untuk tahun depan. Plafon 2,2 miliar dollar AS ini merupakan bagian dari 5,5 miliar yang disediakan ADB untuk pemerintah dalam tiga tahun yang dihitung sejak 2015.

"Tahun depan kita akan scaling up. Scaling up adalah memberikan satu pagu bantuan lebih besar yang bisa dimanfaatkan Indonesia selaku pemilik ADB. Tahun ini kira-kira 1,4 miliar dolar AS, technical system dan bantuan dari ADB. Tahun depan scaling up hingga 2,2 miliar dolar AS," kata Wakil Presiden ADB Bambang Susantono di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Menurut Bambang, selaku pemegang 5,4 persen saham ADB, Indonesia berhak memanfaatkan fasilitas pendanaan yang disediakan. ADB siap menyediakan dana untuk mendukung pemerintah dalam program pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur.

"Dan itu juga untuk meningkatkan investasi, ada juga beberapa portofolio kita untuk bantuan teknis maupun sistem. Kemudian, yang dilanjutkan di bidang energi, infrastruktur, dan edukasi, dan juga bidang-bidang lainnya yang terkait ketahanan pangan dan bidang lain," ujar Bambang.

Pendanaan yang disediakan ADB akan disesuaikan dengan program pemerintah. Bambang mengatakan bahwa ADB menambah pagu pendanaannya tahun depan karena menyesuaikan kebutuhan Indonesia akan dana yang lebih besar.

Bambang mengklaim ADB memberikan fasilitas pendanaan dengan bunga yang ringan. Untuk proyek dengan jangka waktu 20 tahun, ADB menetapkan suku bunga sebesar 1 hingga 2 persen.

"Bunganya tergantung kondisi pasar, tapi ada Libor tergantung sekian persen. Tingkat Libor level internasional berfluktuasi sedikit, kemudian ambil spread-nya sedikit sekali. Teman-teman tinggal cek di commercial value kalau kami jauh lebih murah," tutur Bambang.

Mengenai kritik yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo terhadap lembaga pembiayaan seperti ADB, IMF, dan Bank Dunia, Bambang mengakui bahwa ADB bukan solusi dalam mengatasi persoalan ekonomi. Namun, lanjut dia, ADB mendukung pembangunan nasional.

"Karena solusi itu pembangunan nasional tetapi ADB support pembangunan nasional jadi ADB itu punya Indonesia, pemilik. Jadi yang sebenarnya membantu seharusnya program domestik, ADB hanya bantu di bagian kecil. Intinya ADB bantu dari luar," kata Bambang.

Sebelumnya Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi menyampaikan bahwa pemerintah akan mengambil bantuan dana yang ditawarkan ADB senilai kurang lebih 5 miliar dollar AS untuk proyek infrastruktur. Selain tawaran ADB, pemerintah mempertimbangkan penawaran utang yang diajukan Bank Dunia dengan nilai kurang lebih 11 miliar dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Bayar PDAM di ATM Bank Mega dan Aplikasi M-Smile

Cara Bayar PDAM di ATM Bank Mega dan Aplikasi M-Smile

Spend Smart
1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

Whats New
Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Spend Smart
Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Spend Smart
Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Whats New
Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Spend Smart
ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

Whats New
Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Whats New
Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Spend Smart
Resolusi Awal Tahun, 10 Cara 'Financially Fit' dengan Atur Gaji Bulanan

Resolusi Awal Tahun, 10 Cara "Financially Fit" dengan Atur Gaji Bulanan

Work Smart
Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Whats New
7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

Spend Smart
Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.